HousingEstate, Jakarta - Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (Sustainable Development Goals – SDGs) yang dicanangkan pemerintah menghadirkan peluang besar bagi perusahaan Indonesia untuk mengembangkan pasar dan penawaran yang sejalan dengan masyarakat dan lingkungan. Sejalan dengan fokus terhadap SDGs yang berkembang di Indonesia, PT Grundfos Pompa berkolaborasi dengan RIG Manajemen Risiko di Bina Nusantara (BINUS) University, Jakarta, Indonesia, menyelenggarakan sebuah konferensi tentang ‘Bagaimana Sustainability Development Goals (SDGs) PBB Dapat Membantu Bisnis di Indonesia Bertumbuh’. Konferensi satu hari yang dilangsungkan di Binus University Joseph Wibowo Center, Senayan, Jakarta pada Rabu (11/12) tersebut menghadirkan pembicara diantaranya,  General Manager Grundfos Indonesia & Filipina Giancarlo Roggiolani, Penasihat Senior untuk Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional untuk Ekonomi & Pembiayaan, Kepala Sekretariat Nasional Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs) Republik Indonesia Amalia Adininggar Widyasanti ST, Msi, M.Eng., PhD, dan Zulfira Warta, Climate & Energy Manager World Wide Fund (WWF) Indonesia. Grundfos, merek pompa asal Denmark ini juga menghadirkan Duta Besar Denmark untuk Indonesia Rasmus A. Kristensen yang berbicara mengenai praktik SDG terbaik di Denmark. Grundfos sebagai perusahaan teknologi pompa dan air global, pendukung kuat keberlanjutan dan menjadi contoh bagaimana bisnis dan masyarakat dapat memperoleh manfaat dengan mengadopsi dan selaras dengan SDGs. Perusahaan telah berkontribusi di Indonesia dalam beberapa inisiatif utama seperti mempromosikan konservasi energi melalui penggunaan pompa hemat energi, solusi tangguh untuk mitigasi banjir dan menyediakan akses ke air bersih bagi masyarakat. Grundfos juga telah menciptakan model keuangan ‘bayar-sesuai-penggunaan’ untuk mendorong pengadopsian pompa hemat energi. Sebagai contoh, menurut data pelanggan Grundfos, mereka telah terbukti menghemat biaya rata-rata hingga Rp4,4 miliar per tahun dengan menggunakan pompa yang hemat energi. Penghematan biaya dihasilkan dari peningkatan efisiensi energi hingga rata-rata 3,2 kWH per tahun. Data tersebut, yang dihasilkan dari 22 pelanggan perusahaan dari 2015 hingga 2018, membuktikan bahwa adopsi SDG dari PBB dapat membantu bisnis di Indonesia untuk menghemat lebih banyak dan bertumbuh lebih jauh. “Kami telah menekankan pada SDG #6 (air bersih dan sanitasi) dan SDG #13 (aksi iklim) dalam operasional bisnis kami yang berkelanjutan, di mana kami dengan bangga dapat membuktikan bahwa penggunaan pompa hemat energi dapat membuat banyak bisnis untuk berhemat,” ujar Giancarlo Roggiolani, General Manager Grundfos Indonesia & Filipina saat berbicara dalam Konferensi How Adopting SDGs Can Help Your Business di Jakarta (11/12).