HousingEstate, Jakarta - Penataan interior juga perlu diperhatikan desainnya agar lebih ramah lingkungan.

Interior hijau atau green interior adalah istilah yang ditujukan untuk sebuah alternatif perancangan interior yang ramah lingkungan. Praktiknya tentu tidak semata dengan mengecat ruangan dengan warna hijau atau mengisi ruang dengan kursi dan sofa berwarna hijau. Tetapi, kita harus mempertimbangkan penggunaan material, furnitur hingga dekorasi interior yang  mendukung desain berkelanjutan (sustainable). Pemakaian material lokal dan bersifat alami yang mudah diperbaharui seperti bambu bisa menjadi alternatif.

Interior hijau juga menekankan pada penciptaan kualitas ruang dalam yang baik dan sehat. Seringkali udara di dalam ruang tidak lebih sehat dibandingkan udara luar ruang, akibat banyak racun yang dikeluarkan oleh komponen pengisi interior. Perlu diutamakan pemilihan material yang bersertifikat green dan material yang tidak mengandung racun dalam proses pembuatan dan pemasangan.

Pada dasarnya menata interior sesuai kebutuhan dapat dipandang sebagai upaya yang ramah lingkungan. “Intinya tidak berlebihan dan memanfaatkan apa yang ada ketimbang membeli yang baru,” kata arsitek Rani Anggraeni, penulis buku Ide Unik Dekorasi Interior : Recycle, Reuse, Refunction (Gramedia: 2007).

Sebagai langkah awal kita bisa menerapkan prinsip reduce, reuse dan recycle dalam pemilihan material, furnitur hingga dekorasi interior. Langkah kecil yang dimulai dari skala rumah dapat menyumbangkan pengaruh besar bagi bumi kita. Apa saja yang bisa dikreasikan dari barang-barang di sekitar kita sebagai solusi interior yang ramah lingkungan? Berikut inspirasinya untuk Anda. Halimatussadiyah

4 Inspirasi Interior Hijau

1. Reduce, Reuse