HousingEstate, Jakarta - JAKARTA, Housing-estate.com – Pembangunan sarana transportasi cepat massal atau mass rapit transit (MRT) Lebak Bulus (Jakarta Selatan) – Bundaran Hotel Indonesia (HI) sepanjang 15,5 km yang segera dimulai memicu  harga property di sekitarnya. Pengembang di sekitar Lebak Bulus justru sudah mencuri start dengan menaikkan harga jual rumah sejak November tahun lalu.  Proyek yang dicanangkan sejak puluhan tahun lalu itu seharusnya pembangunannya dimulai Januari ini dengan pengosongan lebih dahulu terminal Lebak Bulus. Rencananya terminal dan stadion Lebak Bulus dijadikan depo sekaligus stasiun MRT. Tapi karena ada penolakan awak bus kegiatan tersebut diundurkan. Tapi Pemprov DKI memastikan tidak ada perubahan rencana penutupan terminal.

MRT ini akan mempersingkat waktu perjalanan dan mengurai kemacetan. Lebak Bulus – Jakarta dapat ditempuh  28 menit dan mampu mengangkut 300 ribu orang/hari. “Saat ini MRT dijadikan pertimbangan konsumen membeli rumah terutama yang lokasinya di sekitar Lebak Bulus,” ujar Permadi Indra Yoga, GM Project Serenia Hills (10 ha) yang berjarak sekitar 2 km dari depo MRT Lebak Bulus. MRT akan mengubah secara signifikan pola transportasi yang selama ini dilakoni publik. Dengan sarana transportasi yang cukup nyaman dan cepat masyarakat akan sukarela beralih dari kendaraan pribadi ke MRT. Di stasiun Lebak Bulus disediakan tempat parkir memadahi untuk parkir kendaraan sebelum menumpang MRT.

Menurut Permadi, permintaan konsumen di kawasan cukup tinggi terlebih setelah ada kepastian dimulainya pembangunan MRT. Cukup banyak konsumen melakukan pembelian ulang (repeat order). Saat ini perumahan yang dikembangkan oleh PT Intiland Development Tbk ini tidak lagi menawarkan tipe kecil. Hanya tersedia tipe 250/278 seharga Rp5,6 miliar dan  tipe 300/307 Rp7,2 miliar. Pada saat peluncuran pertengahan 2011 lalu pengembang banyak menawarkan tipe 150-200 m2 seharga Rp1,5 miliaran. Harga yang ditawarkan saat ini merupakan harga baru yang naik sejak November 2013. “Bulan depan harganya dipastikan akan naik lagi,” tambahnya.

Modernhill (54 ha) di Jalan Pondok Cabe, Cirendeu, Tangerang Selatan, pada Februari  juga akan menaikkan harga rumahnya. Saat ini Modern Hill memasarkan tipe 58/120 dan 70/160, masing-masing seharga Rp868 juta dan Rp1,127 miliar. Harga tersebut berlaku sejak Oktober 2013 setelah naik 10% dari bulan sebelumnya. “Dalam waktu dekat harganya akan naik lagi karena Modern Hill saat ini menjadi barometer perumahan di sekitarnya,” kata staf pemasarannya. Satu dua bulan terakhir penjualan kaveling siap bangun meningkat pesat dibeli para investor. Saat ini harga tanah Modern Hill Rp4,4 juta/m2 dengan luasan minimal 160 m2. “Dulu konsumennya enduser, sejak ada berita pembangunan MRT para investor mulai banyak yang melirik,” katanya. Yudiasis