HousingEstate, Jakarta - JAKARTA, Housing-estate.com – Pengoperasian jalan tol lingkar luar Jakarta atau Jakarta Outer Ring Road West 2 (JORR W2) Kebon Jeruk – Ciledug langsung memicu harga properti di sekitarnya. Itu terjadi terutama di beberapa perumahan yang dekat dengan exit tol Meruya, Joglo, dan Ciledug. Menurut Edijanto Pramono, Marketing Manager Banjar Wijaya (120 ha) di Jl K.H. Hasyim Ashari, Cipondoh, Tangerang, sejak 1 Januari 2014, pihaknya menaikan harga rumah secara bertahap. “Oktober tahun lalu kita menaikkan harga tanah Rp250 ribu/m2 menjadi Rp5,3 juta, awal tahun ini giliran harga rumahnya yang naik 4%,” katanya.

Perumahan besutan PT Sinarwijaya Ekapratista (Grup Sinar Mas Land) ini memasarkan rumah di klaster Cateleya (6 ha) sebanyak 300 unit. Terkecil tipe 54/111 Rp1,01 miliar. Selain Banjar Wijaya yang harganya melejit Puri Beta (7 ha) Ciledug, dan Puri Botanical di Joglo, Jakarta Barat. Di Puri Beta yang berjarak 2,5 km dari exit tol Joglo tipe 87/92 yang semula harganya Rp900 juta kini menjadi Rp1,18 miliar. “Harga tanahnya naik lebih satu juta dari Rp6 juta menjadi Rp7 jutaan/m2,” terang staf pemasaran perumahan yang dikembangkan Goldland Group ini. Bukan hanya rumah baru, rumah seken juga terkerek. Selain jalan tol  harga properti di kawasan ini juga terpengaruh rencana pembangunan  double-decker untuk busway dari Ciledug –Kebayoran Lama.

Paling spektakuler Puri Botanical di Jl Raya Joglo. Harga tanah di perumahan besutan PT Jakarta Setiabudi International ini naik dari Rp17 juta menjadi Rp24 juta/m2. Kaveling terkecil ukuran 198 m2 dibanderol Rp4,8 miliar. Untuk sementara Puri Botanical hanya memasarkan kaveling siap bangun, penjualan rumah akan dilakukan medio tahun ini. Yudiasis