HousingEstate, Jakarta - Bali meraup devisa sebesar 4,09 juta dolar AS dari pengapalan aneka jenis perabot dan kelengkapan penerangan rumah tangga ke pasaran luar negeri selama bulan Februari 2013.

“Perolehan devisa tersebut meningkat signifikan dibanding bulan sebelumnya yang tercatat 2,88 juta dolar AS,” kata Kepala Biro Humas Pemerintah Provinsi Bali I Ketut Teneng di Denpasar, Sabtu.

Ia mengatakan, pasaran Amerika Serikat menyerap 11,10 persen dari total pengapalan matadagangan tersebut ke pasaran luar negeri, menyusul Jepang 8,11 persen dan Singapura 2,75 persen.

Matadagangan berupa perabot dan alat penerangan rumah tangga yang dibuat dengan disain yang unik dan menarik itu juga menembus pasaran Australia 2,85 persen, Prancis 5,96 persen, Hong Kong 0,12 persen, Spanyol 6,41 persen, Italia 3,05 persen, Belanda 4,08 persen dan Jerman 4,63persen Sedangkan 41,70 persen sisanya menembus berbagai negara di belahan dunia. Aneka jenis perabot dan penerangan rumah tangga merupakan bagian dari usaha kerajinan anyaman di tingkat rumah tangga.

Ketut Teneng menambahkan, Bali selama 2013 meraih devisa dari ekspor kerajinan anyaman sebesar 1,06 juta dolar AS, merosot 49,08 persen dibanding tahun sebelumnya yang mencapai 2,08 juta dolar AS.

Demikian pula dari segi volume berkurang sebesar 52,35 persen dari 3,2 juta unit pada tahun 2012 menjadi 1,44 juta unit pada tahun 2013.

Berkurangnya perolehan devisa maupun volume pengiriman matadagangan tersebut erat kaitannya dengan situasi ekonomi global yang belum sepenuhnya pulih.

Meskipun demikian, perajin tetap melakukan aktivitas membuat berbagai jenis cindera mata berbahan baku bambu untuk memenuhi kebutuhan masyarakat lokal maupun wisatawan yang berliburan ke daerah ini.

Aneka jenis cindera mata itu banyak dipajangkan sejumlah toko seni di objek-objek wisata maupun pasar oleh-oleh yang belakangan ini menjamur di berbagai tempat di Bali.

Ketut Teneng menjelaskan, perajin Bali cukup kreatif dalam menghasilkan matadagangan anyaman dengan mengkombinasikan antara bambu dengan rotan maupun pandan sehingga mampu lebih unik dan menarik.

Aneka jenis matadagangan yang menembus pasaran luar negeri itu antara lain perabot rumah tangga, topi dan aneka jenis hiasan rumah tangga.

Kerajinan anyaman Bali mempunyai prospek yang cukup cerah di masa mendatang, mengingat devisa yang dihasilkan mampu memberikan kontribusinya terhadap ekspor Bali secara keseluruhan.

Kerajinan anyaman merupakan salah satu dari 17 jenis hasil kerajin Bali yang mampu menembus pasaran luar negeri yang mampu menghasilkan devisa sebesar 200,66 juta dolar AS selama 2013.

Hal itu mampu memberikan kontribusi sebesar 41,23 persen dari total nilai ekspor Bali mencapai 486,06 juta dolar AS selama 2013, meningkat tipis hanya 0,88 persen dibanding tahun sebelumnya yang tercatat 481,83 juta dolar AS, ujar Ketut Teneng.