HousingEstate, Jakarta - Kawasan Seminyak sebagai wilayah perluasan Kuta, Bali, masih menarik bagi investor untuk berlomba-lomba mendirikan sarana akomodasi wisata, meskipun sudah padat oleh bangunan hotel dan vila.

“Bagaimana pun wilayah ini masih menarik bagi kami,” kata Martha Lia selaku pemilik Vila Bracha di Banjar Taman, Seminyak, Kuta, Kabupaten Badung, Sabtu.

Selama setahun lebih dia menghabiskan tabungannya untuk mewujudkan impiannya memiliki vila bergaya mediterania dengan sentuhan khas tradisi Bali.”Kami tidak semata berorientasi bisnis. Ini ‘passion’ (keinginan besar) kami sejak lama,” kata Martha yang mewujudkan impiannya itu dibantu suami dan orang tuanya di bawah bendera PT Bracha Mitra Perkasa.

Ia tidak gentar memasuki persaingan pasar akomodasi wisata yang menjamur di kawasan Seminyak. “Ini memang proyek pertama kami. Karenanya kami tidak punya target, sampai kapan investasi ini harus kembali,” ujarnya tanpa bersedia menyebutkan nilai investasi membangun sarana akomodasi wisata dengan 15 unit vila bintang lima di atas lahan seluas 3.000 meter persegi itu.

Bangunan yang dirancang arsitektur Handi Suryadi Kuplek itu selanjutnya oleh Martha dikerjasamakan dengan manajemen Premier Hospitality Asia untuk dikelola secara profesional.

“Kalau biaya pembangunannya murni dari kami sendiri. Namun kami menggandeng Premier Hospitality Asia untuk mengoperasikan Bracha,” kata Martha didampingi Rama Budi Setia selaku Public Relation Bracha Villa’s.

Menurut dia, 100 persen karyawan vila itu berasal dari kawasan Seminyak. “Hal ini sebagai bentuk kepedulian kami untuk memberdayakan masyarakat sekitar,” ujarnya. Ant