Sabtu, Januari 24, 2026
HomeInfo produkEvolusi Layar TV: Cembung, Datar, Cekung

Evolusi Layar TV: Cembung, Datar, Cekung

Sebagai perangkat tontonan, televisi (TV) menjadi instrumen yang wajib ada di setiap rumah. Seperti juga perangkat elektronik lain, teknologi TV pun mengalami perkembangan hingga model terakhir yang kita nikmati saat ini. Dulu, layar TV menggunakan tabung atau cathode ray tube (CRT) yang layarnya cembung, kemudian berkembang menggunakan panel LCD (liquid crystal display) berlayar datar (flat), dan terakhir layar TV menjadi lengkung (curved).

TV tabung meskipun masih banyak digunakan saat ini secara teknologi sudah tidak mungkin dikembangkan lagi. Yang banyak dipasarkan saat ini adalah TV LCD yang lebih tipis dan harganya semakin murah dibandingkan tahap awal TV ini masuk pasar. Belum selesai TV flat, kini hadir lagi TV dengan bentuk lengkung.

Curved OLED TV
Curved OLED TV

Curved TV menggunakan layar berbahan organic light emitting diode (OLED) yang memungkinkan sisi di kanan-kiri TV sedikit melengkung. Curved TV diterapkan pada TV layar ekstra lebar (big size) untuk mengurangi distorsi yang umumnya terjadi pada bagian sisi TV berlayar besar.

Menurut Terry Putera Santoso, Head of TV Product Marketing PT LG Electronics Indonesia, perkembangan teknologi TV untuk mengejar peningkatan resolusi gambar yang semakin tajam agar tampilan TV seperti aslinya. “Khusus untuk TV big size, dibutuhkan teknologi penunjang  agar tayangan TV-nya tetap tajam dan tidak pecah atau terdistorsi, makanya hadir TV lengkung yang diadopsi dari layar bioskop,” katanya kepada housing-estate.com, Minggu (6/6).

Dengan bentuk layar sedikit melengkung, tayangan TV diupayakan tetap terfokus pada penontonnya sehingga TV lebih enak ditonton. Ditambah teknologi untuk kepadatan gambar (pixel) TV saat ini sudah 4K atau ultra high definition (UHD), empat kali lipat kepadatan pixel dari TV high definition (HD). Tidak heran kalau pabrikan elektronik saat ini jor-joran mengusung TV lengkung.

Selain LG, Samsung dan Changhong  juga me-launching curved TV. Produk Changhong menggunakan panel IGZO (indium, gallium, zinc oxide) yang diklaim lebih tahan dan hemat listrik dibandingkan panel OLED. “Rasio kontrasnya juga lebih tinggi dengan pergerakan gambar yang sangat halus dan tone warna lebih tajam,” ujar Ethan Wu, Chief Marketing Officer of TV Products PT Changhong Electric Indonesia, saat peluncuran TV lengkungnya bulan lalu di Jakarta.

Karena menyasar segmen premium, curved TV dilepas dengan harga jual lebih tinggi dibandingkan TV biasa. Ukuran yang tersedia mulai 55 hingga di atas 100 inchi seharga mulai Rp40 jutaan (Changhong) dan Rp80 juta (LG). Aneka kecanggihan TV ini ditentukan juga oleh content maupun broadcast stasiun penyiarannya.

Apabila kebutuhannya hanya untuk menonton tayangan broadcast lokal, TV tabung pun sudah sangat memadahi karena broadcast lokal kita teknologinya masih belum sesuai dengan aneka TV yang kian canggih ini. Jadi, tak perlu terdorong rangsangan konsumtif ingin TV canggih di rumah sementara hanya untuk menonton tayangan lokal. Akan makin kecewa kalau beberapa bulan kemudian keluar lagi TV baru yang lebih canggih. Yudis

 

Berita Terkait

Ekonomi

Pemerintah Tetap Optimis Ekonomi 2026 Tumbuh 5,4 Persen, Bahkan Bisa Lebih Tinggi

Dana Moneter Internasional atau International Monetary Fund (IMF) memperkirakan,...

IMF: Ekonomi RI 2025 Hanya Akan Tumbuh 5 Persen

Dana Moneter Internasional (IMF) menilai, perekonomian Indonesia tetap menunjukkan...

Modal Asing Masih Terus Keluar, Tapi Rupiah Kembali Menguat

Pekan lalu nilai tukar rupiah sempat mendekati Rp17.000 per...

Berita Terkini