Soft Partition
Kebutuhan rumah yang tinggi, di sisi lain harga tanah dan bangunan terus naik, membuat rumah-rumah real estate kian mungil. Banyak ruang dibuat menyatu tanpa sekat, karena ukuran ruang tidak memungkinkan lagi dibagi-bagi secara rigid. Selain itu, karena berbagai alasan orang kadang tetap butuh batas antar-ruang dengan fungsi berbeda. Di sini kreatifitas menata interior rumah ditantang. Salah satunya dengan mengaplikasikan furnitur dua muka sebagai pembatas antar-ruang.
“Menggunakan bufet biasa kurang bagus, karena hanya satu sisi, bagian belakang ditutup triplek. Kalau dua muka, semua ruang mendapat tampilan yang sama,” kata Dimitrius Tito, Marketing Communication Rumah Lunar, salah satu outlet furnitur di Kemang, Jakarta Selatan. Autreyna dari Aedi Interior Design, oulet interior lain di Kemang, menambahkan, kelebihan menggunakan partisi seperti itu, tampilan ruang tidak sumpek, mudah digeser atau dipindah saat kita butuh ruang yang lebih luas. “Jadi, sifatnya soft partition, kita mendapatkan batas tanpa harus merusak ruang,” ujarnya. Berikut beberapa pilihan kabinet dua muka yang bisa menjadi pembatas ruang sekaligus tempat penyimpanan.
Crimson Book Rack Kabinet dibuat dari kayu veneer sungkai dengan finishing melamik. Balok yang berwarna oranye bisa ditukar-tukar posisinya. Dimensi 70x32x170 cm. Koleksi Aedi. Rp6.500.000
Retro Companion Set of 2 Menggunakan bahan jati muda (di bawah 10 tahun), bagian ujung-ujungnya memakai material stainless sebagai ornamen sehingga berkesan modern. Dimensi 158x45x183 cm (lebar x tebal x tinggi). Koleksi Rumah Lunar. Rp4.680.000
Retro Companion Set of 3 Bergaya retro bukan berarti jadul. Cocok juga untuk rumah bergaya modern simpel. Dimensi 117x40x180 cm. Koleksi Rumah Lunar. Rp4.880.000. Yudis
Sumber: Majalah HousingEstate
atau
Unduh versi digitalnya WayangForce, Scoop & Scanie.

