Pengamat: BBM Naik Bagus Untuk Ekonomi
Subsidi bahan bakar minyak (BBM) telah dikurangi oleh pemerintah yang membuat harga BBM kita naik dari Rp6.500 menjadi Rp8.500 per liter. Setiap kenaikan BBM pasti akan diikuti dengan kenaikan barang dan jasa yang mendorong juga kenaikan inflasi. Namun Kepala Pusat Studi Ekonomi dan Kebijakan Publik Universitas Gadjah Mada (UGM) Tony Prasetiantono, menganggap kenaikan BBM bagus untuk perekonomian.
“Saya kasih gambaran kita bisa apa dengan uang Rp100 triliun. Bangun Bandara Kuala Namu Medan itu cuma Rp2,7 triliun, rel kereta Jakarta-Surabaya Rp10 triliun, proyek MRT Jakarta Rp27 triliun, waduk yang mau dibangun setiap tahun lima cuma Rp1 triliun per waduk, murah kalau dibandingkan dengan subsidi BBM Rp280 triliun setahun,” ujarnya dalam acara diskusi interaktif Prospek Properti 2015 yang diadakan HousingEstate di Jakarta, Selasa (9/12).
Jadi dengan dialihkannya subsidi BBM untuk sektor riil dampaknya akan sangat luar biasa. Karena itu menurut Tony kenaikan BBM merupakan langkah tepat yang dilakukan oleh pemerintah. “Yang mau BBM turun itu cuma politisi, bayangkan kalau Rp200 triliun ini dialokasikan untuk infrastruktur, itu engine yang luar biasa dan properti pasti akan kena imbas juga,” tegasnya.
