HousingEstate, Jakarta - Mahasiswa  menjadi pasar cukup seksi untuk penjualan apartemen di kota-kota besar. Bukan hanya Jakarta dan sekitarnya (Jabodetabek), pembangunan apartemen di Bandung dan Surabaya  juga banyak yang menggarap segmen mahasiswa. Mereka menjadi target, baik sebagai pembeli (orang tua mahasiswa) maupun sewa. Karena itu dua tiga tahun belakangan cukup banyak apartemen di Surabaya dibangun dekat kampus ternama.

Lokasinya terkosentrasi di Surabaya timur dan selatan. Di Surabaya timur lokasinya di sekitar MERR (middle east ring road) dan Mulyorejo; sedangkan selatan di Rungkut dan Jl Ahmad Yani. Beberapa kampus ternama di kawasan ini antara lain Universitas Airlangga (Unair), Institut Sepuluh November Surabaya (ITS),  dan Ubaya. Ada juga Universitas Pelita Harapan di Waru, perbatasan Sidoarjo dengan Surabaya.

Paling tidak ada delapan apartemen tengah dipasarkan. Antara lain Taman Melati Surabaya @MERR, Puncak MERR, Puri City, Sky Diamond. Ada juga Menara Rungkut dan Tamansari Papilio di Jl Ahmad Yani. Di Surabaya timur pengembangnya Pakuwon Group, yaitu Educity Residence dan East Cost Residence yang dibangun di Pakuwon City. Paling banyak Puncak MERR (2.200 unit), disusul Educity Residence (1.700 unit), dan Taman Melati (1.130 unit).

Paling terjangkau Menara Rungkut di Jl Abdul Karim seharga mulai Rp217 juta (tipe studio/22 m2). Yang lainnya Rp400 jutaan – Rp1,6 miliar. Ferry Salanto, Associate Director Research Colliers International Indonesia, membenarkan tren untuk menggarap segmen mahasiswa. “Pengembang mengincar Surabaya timur karena dekat dengan institusi pendidikan,”  katanya.

Anas Zamroni, Project Manager apartemen Taman Melati, mengatakan, potensi penyewa apartemen yang dipasarkan adalah mahasiswa Unair dan dokter karena apartemen  yang di-launching 26 April 2015 itu dekat RS Unair Mulyorejo. Sebab itu konsumen banyak yang bermotif investasi. Mereka membeli untuk disewakan. Menurut Anas, tipe studio laku disewakan Rp2,5 – 3,5 juta/bulan (fully furnished). Ia member contoh di apartemen Kertajaya tipe yang sama harga sewanya Rp3 juta/bulan. “Penghuninya umumnya menyewa 6 bulan – 1 tahun,” ujarnya.