HousingEstate, Jakarta - Setelah mengunjungi Kota Rotterdam, Belanda, Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) berencana mengikuti kota tersebut yang memiliki Port of Rotterdam dengan membangun Port of Jakarta. Rencana ini terkait dengan reklamasi pulau di Jakarta yang nantinya akan disatukan dengan konsep Port of Jakarta ini.

“Ada lima pulau reklamasi yang bisa digunakan, Pulau N punya PT Pelindo, Pulau M punya PT Pembangunan Jaya Ancol, sementara pemprov punya Pulau O, P, dan Q. Jadi nanti lima pulau reklamasi ini dijadikan Port of Jakarta dengan perkiraan biaya pembangunannya mencapai 5 miliar dollar Amerika,” ujarnya di Balaikota, Jumat (25/9).

Teknisnya, pihak Pemprov akan menaikkan kepemilikan saham di PT Kawasan Berikat Nusantara (KBN) untuk diserahkan ke BUMD milik Pemprov DKI, PT Jakarta Propertindo (Jakpro). Saham Pemprov saat ini di KBN hanya 20 persen bila nanti dengan Jakpro  dan PT Pelindo II komposisi sahamnya bisa 50:50. Pulau O, P, dan Q  nantinya akan dijadikan pusat logistik pelabuhan.

Ahok mengimpikan Port of Jakarta  menjadi jantungnya kawasan Asia sebagaimana Port of Rotterdam menjadi jantungnya  Eropa. Dengan menggandeng Belanda untuk proses pembangunanya menjadi tidak perlu trial and error karena tinggal meniru dari pembangunan Rotterdam.

“Mereka belajar menanggulangi banjir periode waktunya mencapai 400 tahun, kita memiliki keuntungan karena tinggal meniru. Nantinya Port of Jakarta juga menjadi pusat networking dan logistik Jakarta, jadi fungsinya sangat strategis,” tandasnya.