Senin, Januari 12, 2026
HomeBerita PropertiMall Megah dan Mewah Menjamur di Iran

Mall Megah dan Mewah Menjamur di Iran

Menyebut nama negeri ini, bisa jadi yang terekam di benak adalah negeri yang identik dengan ketegangan politik dan embargo ekonomi dari negara-negara barat. Tapi sebenarnya ekonomi Iran terus tumbuh, kelas menengahnya pun berkembang. Menurut data Bank Dunia, pada tahun lalu Gross Domestic Product-nya (GDP) mencapai angka 404,1 miliar dolar AS dengan pendapatan per kapita sebesar 17.100 dolar AS, dan menempatkan Iran termasuk negara berpenghasilan menengah-atas.

Iran Isfahan City Center
Iran Isfahan City Center

Hampir serupa dengan negara-negara yang kelas menengahnya tumbuh pesat, aneka fasilitas pemenuh kebutuhan gaya hidup di Iran pun berkembang. Mall sebagai salah satu fasilitas yang dimaksud adalah yang paling terlihat tumbuh di mana-mana. Menurut New York Times, ada 400 mall di seantero negeri dan 65 di antaranya berdiri di Teheran, ibukota Iran.

The Palladium adalah mall paling besar dan terbaru di Teheran. Bersaing dengan pendahulunya, Isfahan City Center (ICC) di kota Isfahan yang dikenal sebagai kota bersejarah dan pernah jadi ibukota negara.  Keduanya membidik pasar menengah atas, ruang-ruang ritelnya diisi oleh aneka brands internasional juga yang sudah tenar di jazirah Arab. Sekadar menyebut, ada Zara, Bossini, Pull & Bear, Coffee Bean dan illy Café.

Jika Palladium hanya sebuah ruang ritel, ICC) dirancang dengan konsep proyek multifungsi. Selain mall, juga akan ada hotel, gedung perkantoran, apartemen serta exhibition center dan museum. Dengan luas mencapai 150.000 m2, ICC bahkan berani menyebut sebagai mall terbesar  di Iran.

Semuanya dibangun oleh pengembang lokal. Palladium dibangun oleh Hassan Raftari yang keluarganya lebih dikenal sebagai pemilik restoran kebab, tapi kemudian berekspansi sebagai kontraktor apartemen mewah. Sementara itu ICC dikembangkan oleh Masoud Sarrami, jutawan dengan jaringan bisnis global. Diperkirakan berbiaya hingga 1 miliar dolar AS, Sarrami mengakui kalau dana pembangunan ICC tidak semua berasal dari kocek pribadi. Pemilik Prestige Land Iran Co. ini menyebut kalau investorlainnya berasal dari UEA yatu Ras al-Khaymah dan lainnya asal Swiss. Hotelnya yang akan menjadi hotel paling prestisius di Iran, rencananya akan dikerjasamakan dengan pemilik hotel ternama asal AS. Disebut-sebut jaringan hotel milik Donald Trump yang akan  digandengnya. Namun, pihak bakal calon  Presiden AS periode mendatang itu enggan mengomentari.

Tidak saja pengusaha, ternyata institusi pemerintah dan polisi pun ikut membangun. Contohnya Rose, MegaMall dan Atlas Plaza yang dibangun oleh pengembang milik tentara. “Dengan kondisi sanksi ekonomi dan tidak ada tempat lain untuk berinvestasi, membangun pusat belanja adalah satu-satunya bisnis yang menarik di Iran,” kata Jamshid Edalatian, seorang ekonom lokal. Berkolaborasi dengan pengusaha kaya, bank atau institusi lain yang punya dana besar, institusi negara itu membangun mall.

Menjamurnya mall di Iran, menjadikan negeri seperti mengalami kontradiksi. Di satu sisi seakan anti dengan negara barat, di sisi lain para orang kayanya justru sudah terkena imbas gaya hidup ala negeri barat. “Hal yang menyenangkan, semua bisa didapat di satu tempat. Seperti yang ada di mal-mal di Dubai dan Turki, membuat saya juga merasa berbelanja dengan gaya modern di sini,” kata Fatimah Gholipour, seorang ibu yang habis berbelanja di supermarket Palladium. Dan satu hal yang terlihat jelas, “Di mall semua orang terlihat tersenyum dan tidak stres seperti kalau mereka berada di tempat lain di kota ini,” ucap Mobin Charaghi, asisten Raftari.

(Bloomberg dan New York Times)

Berita Terkait

Ekonomi

Melorot Optimisme Kaum Bawah Terhadap Penghasilannya

Survei Konsumen Bank Indonesia pada Desember 2025 yang dirilis...

Penghujung Tahun, Konsumen Kurangi Konsumsi, Perbanyak Tabungan

Menjelang berakhirnya tahun 2025 yang dihiasi cerita penurunan daya...

Menkeu Akan Tarik Utang Lebih Banyak untuk Biaya APBN 2026

Defisit APBN 2025 sebesar 2,92 persen dari Produk Domestik...

Kadin Paparkan Agenda Internasional yang Bisa Dorong Perekonomian Indonesia

Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia menyiapkan empat agenda...

Berita Terkini