HousingEstate, Jakarta - Kawasan di barat bandara Sukarno Hatta (Sutta), Tangerang, Banten,  masih bertahan sebagai salah satu pusat pengembangan rumah murah di sekitar Jakarta. Di tengah menjamurnya perumahan yang segmennya lebih atas di kawasan tersebut masih mudah mencari hunian di bawah Rp200 juta. Lokasinya tersebar di kawasan  Sepatan dan Rajeg. Dari bandara lokasinya berkisar 20-30 menit, demikian juga ke Kota Tangerang.

Menurut survai housing-estate.com, awal Mei 2016, ada belasan perumahan murah dipasarkan di beberapa kawasan tersebut. Sebagian besar masuk kategori rumah bersubsidi yang dapat dibeli dengan bunga KPR 5 persen dan uang muka satu persen. Perumahannya berada di koridor Jl Raya Mauk, Jl Raya Sepatan, Jl Rajeg Tanjakan, sebagian di Jl Kukun Daon. Dari beberapa perumahan itu ke Bandara Sutta dan Jl Daan Mogot Jakarta melalui Jl Mekarsari – Jl Sukasari – Jl Raya Mauk – Bandara Pintu Air. Untuk perumahan di Kukun Daon melalui Jl Kukun Daon – Jl karet Kotabumi – Jl Arya Kemuning – Bandara Pintu Air. Adapun akses ke Kota Tangerang melalui Jl Rajeg – Jl Kukun Daon – Jl karet Kotabumi – Jl Moh Toha.

Tipe rumahnya 25 – 30 meter persegi, tanah 60 meter persegi seharga Rp128,5 – 133,5 juta per unit. Di Jl Rajeg Tanjakan perumahannya antara lain Senopati Estate Sepatan, Graha Mekarsari Indah, Griya Bintang Mekarsari.

Sementara di Rajeg perumahannya antara lain Griya Artha Rajeg, Batu Nunggul Residence, Tanjakan Mekar City, dan Griya Dewata. Tiga perumahan pertama merupakan hunian bersubsidi, sedangkan Griya Dewata non subsidi. Griya Dewata yang dikembangkan PT Griya Kerta Bakti di Jl Rajeg Tanjakan memasarkan tipe 30/60 dan 36/72 seharga Rp203 juta dan Rp270 juta. Selain itu ada tipe 45/72 Rp308 juta.

Selain itu masih ada Graha Sukatani Indah 2 di Jl Raya Pasar Kemis yang dikembangkan PT Grhadika Pratama. Kendati ketentuannya bank bisa membiayai hingga 99 persen (depe 1 %) pengembang sejumlah perumahan itu sebagian besar meminta uang muka 5-10 persen.