HousingEstate, Jakarta - Setelah mengembangkan rumah susun (rusun) terintegrasi pasar, Pemprov DKI Jakarta akan membuat rusun terintegrasi sekolah. Ini bagian tidak terpisahkan dari keinginan Pemprov membenahi sekolah rusak di wilayahnya. Targetnya tahun 2017 tidak ada lagi sekolah rusak sehingga gedung sekolah yang membutuhkan renovasi total di atasnya akan dibangun rusun.

“Kita nggak mau lagi ada sekolah jelek tahun 2017 nanti, rusun yang dibangun di sekolah juga akan sekelas apartemen sehingga bisa dimanfaatkan untuk para guru yang sekaligus bisa menjadi orang tua asuh untuk anak yang kurang beruntung,” ujar Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama kepada pers di Balaikota, Senin (9/5).

Untuk memuluskan rencana itu Bappeda diminta tidak membatasi anggaran perbaikan sekolah. Kalau anggaran untuk membangun rusun kurang Pemprov akan minta dari kewajiban pengembang sehingga tidak mengganggu anggaran Pemprov.

Selain itu Pemprov juga akan mengembangkan rusun sewa untuk kelas menengah. Rusun menengah ini pada tahap awal akan dibangun di Gedung Balai Diklat Jalan H.R. Rasuna Said, Kuningan. Biaya sewanya bisa dipakai  untuk subsidi silang pengelolaan rusun khususnya untuk warga yang terkena relokasi.

“Nantinya pekerja muda di Jakarta bisa menyewa rusun ini, biayanya sekitar Rp3 – 4 juta per bulan. Daripada tinggal di luar Jakarta mahal transportasi dan waktunya, mending tinggal di apartemen sewa, mereka juga gratis naik Transjakarta dan LRT yang sedang kita bangun. Nanti mereka bisa menabung untuk beli rumah di pinggir kota sebagai persiapan hari tuanya,” imbuhnya.