HousingEstate, Jakarta - Penurunan suku bunga acuan Bank Indonesia (BI rate) direspon sangat lamban oleh kalangan perbankan. Kendati BI rate sudah turun dari 7,5 persen menjadi 6,75 persen bunga bank masih anteng pada level dua digit, rata-rata di atas 11 persen. Penurunan suku bunga sangat dinanti oleh kalangan pengusaha dan konsumen properti.

Menurut Direktur Eksekutif Indonenesia Property Watch (IPW) Ali Tranghanda, penurunan suku bunga kredit akan menggairahkan kembali pasar properti. Konsumen saat ini masih menunggu dan akan merealisasikan pembelian properti saat suku bunga turun lebih rendah. Karena itu penurunan suku bunga secara tidak langsung akan menguntungkan perbankan karena pasarnya menjadi lebih luas.

“Dampak penurunan suku bunga untuk properti ini cukup luar biasa. Kami pernah menghitung, setiap penurunan 1 persen suku bunga kredit akan meningkatkan pasar KPR hingga 4-5 persen. Kalau tren penurunan ini terus berlanjut saya memperkirakan peningkatan pangsa pasar KPR bisa mencapai 10-25 persen. Artinya pasar properti 2016 tengah bersiap untuk pulih,” ujar Ali kepada housing-estate.com di Jakarta, Senin (9/5).

Ali  memahami penurunan BI rate tidak serta merta diikuti turunnya suku bunga pinjaman. Hal ini disebabkan sumber dana (cost of fund)  perbankan cukup tinggi. Selain itu kredit macet atau non perfomrning loan (NPL) terus meningkat. Bila dirata-rata lending rate di Indonesia berkisar 12,5 persen atau real lending rate setelah dikurangi inflasi menjadi sekitar 6,3 persen sementara bunga deposito juga berkisar 5 persen.

Ali menilai kebijakan BI menurunkan giro wajib minimum (GWM) dari 8 persen menjadi 7,5 persen keputusan tepat. Pelonggaran moneter ini dapat mengurangi cost of fund sehingga suku bunga kredit seharusnya juga ikut turun.

“Saya berharap Bank BTN sebagai pionir bank perumahan bisa menerapkan bunga lebih rendah dibandingkan bank lainnya. Saat ini bunga KPR BTN malah lebih tinggi dari bank lain dan ini bertolak belakang dengan visinya sebagai bank perumahan. BTN harus memelopori penurunan bunga supaya industri properti bisa bergairah,” pungkasnya.