HousingEstate, Jakarta - Kawasan  sekitar Bandara Sukarno Hatta, Tangerang, tumbuh pesat menjadi kawasan hunian dan bisnis. Ini sejalan dengan konsep aero city di mana bandara menjadi pemicu pertumbuhan kawasan. Perumahan, apartemen, perkantoran, kawasan komersial, hotel, mal terus tumbuh. Harga propertinya umumnya cukup mahal. Rumah tapak (landed house) rata-rata di atas satu miliar. Kendati demikian masih ada satu dua perumahan yang harganya di bawah itu.

Sebutlah Griya Garuda di Jl Kampung Melayu, Rawalini, Teluk Naga. Lokasinya sekitar 10 menit dari pintu M1 Bandara Sutta.  Griya Garuda masuk kategori mini realestat, luasnya 6.500 meter persegi sebanyak 45 unit. Rumahnya terdiri bangunan satu dan dua lantai. Untuk rumah satu lantai tipe 36/72 dan 45/88-115 seharga Rp454 – 658 juta. Untuk hunian dua lantai tipenya 108/99 Rp864 juta. Sebagian rumahnya sudah terbangun dan dihuni.

Tidak jauh dari perumahan ini di Jl Kampung Melayu ada Mutiara Garuda Ext yang memasarkan rumah inden dan siap huni. Ada tiga tipe yang dipasarkan 38/72, 48/90, 64/60 mulai seharga Rp585 juta. Di luar dua perumahan ini yang lebih murah hanya apartemen, misalnya Aeropolis Residence 2. Tipe studio (18 – 22 m2/gross) dibandrol Rp200 jutaan.

Perumahan lainnya seperti Duta Garden dan Tang Mansion di Cengkareng harganya mulai Rp700 – 800 jutaan. Paling tinggi harganya Citra Garden yang dikembangkan Ciputra Group. Harganya berkisar Rp2 – 5 miliar per unit. Paling kecil tipe 66/90 Rp2,3 miliar.