HousingEstate, Jakarta - Sepatan, Tangerang, Banten, semakin berkembang menjadi lokasi pengembangan perumahan menengah.  Dulu kawasan di barat Bandara Sukarno Hatta ini menjadi kantong hunian menengah bawah. Sekarang pun masih banyak dipasarkan rumah murah. Pengembangan hunian menengah mulai bergeser ke Sepatan karena harga tanah di lokasi-lokasi yang sudah berkembang di dekat pusat Kota Tangerang sudah mahal.

Harga rumah menengah di Sepatan ada yang mencapai Rp800 jutaan. Untuk tipe non standar (hoek) harganya sudah tembus Rp1 miliaran. Beberapa perumahannya dibangun di Jl Pakuaji, Jl Cadas, Jl Raya Sepatan, dan Jl Gatot Subroto. Paling besar Jaya Imperial Park (17 ha) yang dikembangkan Jaya Group di Jl Raya Mauk. Jaya Imperial memasarkan rumah satu lantai seharga Rp300 – 500 jutaan. Tipe rumahnya 30/60 – 44/84. Ada juga rumah dua lantai tipe 55/72 – 73/120 seharga Rp500 – 700 jutaan.

Rumah tersedia sudah siap huni dan indent. Semua rumahnya dibangun dalam cluster dengan utilitas bawah tanah. Menurut Yono, staf pemasarannya, Juni mendatang Jaya Imperial akan melansir cluster baru Imperila Green. Tipenya 30/60 dan 46/60 mulai seharga  Rp300 jutaan. Perumahan lainnya The Paradise Park Residence, Permata Icon, Pabuaran Residence, Royal Living, dan Panorama Sepatan. Di luar itu masih ada Green Leaf di Jl Cadas dan Pondok Jaya di Jl Gatot Subroto.

The Paradise Park di Jl Pakuaji, sekitar 200 meter dari Jl Gatot Subroto, melansir rumah satu lantai tipe 38/72 dan 42/84 seharga Rp435 juta dan Rp495 juta. Selain itu ada rumah dua lantai tipe 76/84 Rp725 juta sebanyak 107 unit. Menurut Adam, staf pemasarannya, rumah dua lantai sudah terjual 40 persen.

Royal Living di Jl Gatot Subroto hanya memasarkan hunian dua lantai  mulai Rp657 juta (65/72). Tidak jauh dari perumahan ini ada Panorama Sepatan (9 ha) yang memasarkan 594 unit. Saat ini sudah memasuki pengembangan tahap tiga. Rumah yang terjual 300-an unit dan sudah dihuni lebih dari 100 unit.