HousingEstate, Jakarta - Proyek superblok Synthesis Square di Jalan Gatot Subroto, Jakarta Selatan, yang diluncurkan beberapa bulan lalu mengalami perubahan konsep. Proyek yang dibangun di bekas kantor Hero itu terdiri dua tower perkantoran dan satu tower apartemen eksklusif yang disebut The Residence.  Oleh pengembangnya, Synthesis Development, konsep apartemennya diubah menjadi business apartment dengan nama Samara Suites.

Perubahan ini, menurut Managing Director Synthesis Square Julius Warouw, untuk menyesuaikan dengan situasi pasar saat ini khususnya di segmen residensial premium. Sekarang kalangan investor properti lebih banyak mencari properti dengan harga lebih rendah. Mereka berburu harga seperti itu untuk memperkecil risiko.

“Proyek The Residence ini kami jualan hanya 30 unit selama 8 bulan, sementara di proyek kami yang lain Bassura City jualannya bisa 30 unit per bulan dan Synthesis Kemang 15 unit. Makanya konsep di sini kami ubah dengan melihat apa strong point dari kawasan ini,” ujarnya kepada housing-estate.com di Jakarta, Rabu (11/5).

Konsep business apartment diklaim sebagai yang pertama ditawarkan di Indonesia. Konsep ini menggabungkan apartemen biasa dengan apartemen service sehingga layanannya bisa lebih disesuaikan untuk mendapatkan harga yang lebih efisien. Konsep ini dinilai menguntungkan semua pihak baik owner, penyewa, maupun broker dan pengembangnya.

Perubahan konsep ini menuntut adanya rental management services (RMS) yang akan mengelola unit apartemen. Seluruh kebutuhan penghuni dan penyewa seperti breakfast, housekeeping, penggunaan kendaraan, semuanya akan dikelola RMS. Pengguna hanya membayar jasa yang digunakan di luar biaya sewa unitnya (additional cost) sehingga lebih efisien dan sesuai kebutuhan.

Awalnya unit The Residence yang terkecil ukuran 63 meter persegi, sekarang dengan dijadikan Samara Suites ukurannya mulai 42 meter persegi seharga Rp32 -34 juta per meter persegi atau mulai Rp1,1 miliaran. “Awal Juni ini Samara Suites akan kami launching. Semester kedua tahun depan akan dibangun dengan target akhir 2019 bisa beroperasi. Konsumen yang sudah membeli tidak ada yang mundur, ini bukti konsep kami bisa diterima,” tandasnya.