Rabu, Maret 18, 2026
HomeBerita PropertiProgram Sejuta Rumah Lambat, Pemerintah Akan Bangun Rusunawa

Program Sejuta Rumah Lambat, Pemerintah Akan Bangun Rusunawa

Program pembangunan sejuta rumah masih sangat jauh dari harapan. Menurut Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (Menpupera) Basuki Hadimuljono, hingga bulan Juni 2016 program pembangunan sejuta rumah baru terealisasi sekitar 120 ribu unit dan progres ini masih terus berjalan.

Basuki Hadimuljono, Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (Menpupera)
Basuki Hadimuljono, Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (Menpupera)

“Jadi pekerjaan rumah kita untuk sektor perumahan  masih sangat besar dan ini harus jadi perhatian kita bersama. Bagaimana supaya masyarakat bisa segera memiliki rumah layak huni, kemudian yang tidak mampu membeli juga tetap bisa tinggal di hunian layak,” ujarnya di Jakarta, Minggu (12/6).

Salah satu solusinya, imbuh Basuki, pemerintah akan mendorong pembangunan rumah susun sewa (rusunawa) untuk masyarakat yang belum mampu membeli rumah. Rusunawa ini akan dibiayai APBN dan dikerjasamakan dengan Perumnas sebagai BUMN yang fokus pada pembangunan perumahan rakyat. Kinerja Perumnas akan terus didorong untuk bisa meningkatkan suplai rumah murah.

Basuki menghimbau gubernur,  Bupati/Walikota, dan instansi lainnya untuk mempersiapkan lahan yang nantinya akan dibangun rusun oleh pemerintah pusat. Rusun ini akan diserahkan kepada daerah dan menjadi aset daerah yang manfaatnya bisa dimaksimalkan untuk hunian masyarakat yang hanya mampu menyewa.

“Jadi yang mampu bisa membeli dengan program fasilitas likuiditas pembiayaan perumahan (FLPP) sehingga banyak kemudahan. Yang tidak mampu bisa menyewa rusun, tapi ini lahannya harus disediakan nanti kita yang akan bangun. Kita akan fokus pada pola seperti ini untuk mempercepat pembangunan sejuta rumah,” imbuhnya.

Berita Terkait

Ekonomi

Kinerja Bank BJB Solid Dengan Total Aset Capai Lebih Rp221 Triliun

Kinerja keuangan bank bjb sepanjang tahun buku 2025 menunjukkan...

Konflik Timur Tengah, RI Berpotensi Kehilangan 5.500 Wisman dan Devisa Rp184,8 Miliar Per Hari

Sektor pariwisata telah membuktikan perannya sebagai mesin pertumbuhan ekonomi...

Presiden: Pemerintah Berupaya Menjaga Defisit APBN Tidak Bertambah

Presiden Prabowo Subianto mengingatkan jajaran kabinetnya agar mewaspadai dinamika...

Jumlah Pemudik Lebaran 2026 Diperkirakan Menurun

Pemerintah terus menyempurnakan penyelenggaraan arus mudik dan balik Idulfitri...

Berita Terkini