HousingEstate, Jakarta - PT Intiland Development Tbk tahun ini akan mengubah strategi pengembangan usaha dengan membuka proyek skala besar dan jangka panjang. Selain itu pengembangan proyek yang memberikan kontribusi pendapatan berkelanjutan (recurring income) juga akan diperkuat. Ada dua proyek skala besar yang sudah disiapkan dan akan diluncurkan tahun ini. Lokasinya di Jakarta dan Surabaya.

“Sebagai langkah pengembangan usaha, kami akan menerbitkan obligasi senilai Rp590 miliar. Dana dari hasil penawaran obligasi ini akan digunakan untuk pembayaran utang obligasi perusahaan pada tahun 2013, pembayaran utang entitas anak perusahaan, dan untuk penambahan modal kerja,” ujar Direktur Intiland Archied Noto Pradono usai Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) di Jakarta pekan ini.

Obligasi yang akan diterbitkan terdiri dari seri A sebesar Rp428 miliar dengan tenor 3 tahun dan tingkat kupon 10,75 persen yang jatuh tempo tahun 2019. Seri B sebesar Rp162 miliar dengan tenor 5 tahun dengan tingkat kupon 11 persen dan jatuh tempo tahun 2021. Hingga saat ini Intiland tengah mengembangkan lebih dari 25 proyek yang sebagian besar di wilayah Jakarta, Surabaya, dan sekitarnya.

Archield menjelaskan hingga Mei 2016 Intiland berhasil membukukan marketing sales sebesar Rp942 miliar atau 36,8 persen dari target tahun 2016 sebesar Rp2,5 triliun. Kontribusi terbesar dari proyek Graha Natura dan The Rosebay di Surabaya serta Serenia Hills Jakarta.

“Di tengah iklim usaha yang masih belum baik kami berhasil mempertahankan pertumbuhan dan tren usaha dengan fokus pada pengembangan yang inovatif dan masuk ke ceruk pasar properti yang potensial. Kita juga terus mempertahankan keunggulan komparatif yang dimiliki perusahaan,” imbuhnya.

Intiland sangat selektif dalam meluncurkan produk baru dan terus meninjau kondisi dan peluang pasar. Setelah meluncurkan The Rosebay dan Graha Natura tahap II pada triwulan pertama 2016 Intiland belum akan meluncurkan produk baru pada triwulan berikutnya.