HousingEstate, Jakarta - Surabaya di bawah kepemimpinan Walikota Tri Rismaharini terus menorehkan catatan keberhasilan dalam pengembangan kotanya. Salah satunya adalah keberadaan empat kampung yang dijadikan percontohan sebagai kawasan yang memiliki kriteria khusus dan melibatkan secara aktif para warganya dengan kegiatan yang positif dan berkelanjutan untuk kampungnya.

Empat kampung tersebut yaitu Kampung Bratang Binangun, Kampung Genteng, Kampung Gundih, dan Kampung Maspati. Menurut Kasubdit Perencanaan Teknis Direktorat Bina Penataan Bangunan Dirjen Cipta Karya Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (Kemenpupera) Diana Kusumastuti, ada beberapa hal yang dicapai Surabaya untuk mencapai kota berkelanjutan salah satunya dengan keberadaan kampung-kampung ini.

“Surabaya telah berhasil menjalankan beberapa program seperti kampanye reduce, reuse, recycle (3 R), konservasi mangrove, kampung improvement, pembangunan ruang terbuka dan taman kota, mengurangi titik banjir, dan sebagainya. 4 kampung ini juga merupakan pemenang dari kompetisi Surabaya Green and Clean (SGC),” ujarnya saat meninjau 4 kampung percontohan ini, Jumat (15/7).

SCG sendiri merupakan ajang kompetisi yang diselenggarakan pemerintah, swasta, publik, universitas, dan dukungan kalangan media. Setiap kampung ini memiliki ciri khas dan keunikan, seperti Kampung Bratang Binangun yang memberdayakan warga usia lanjut untuk meningkatkan kualitas lingkungan dengan penghijauan dan kampung bebas sampah. Kampung ini bahkan telah berhasil memiliki pembangkit listrik dari energi yang dihasilkan sampahnya.

Kemudian Kampung Genteng yang warganya mampu mengubah wajah kampungnya dari tempat pembuangan sampah menjadi kampung yang layak huni dan dilengkapi dengan fasilitas pengolahan air limbah terpadu. Kampung ini juga berhasil menggerakkan ekonomi warga khususnya kaum perempuan melalui pengolahan buah menjadi camilan, manisan, dan minuman sari buah yang diminati secara luas bahkan sudah diekspor.

Untuk Kampung Gundih, kampung ini mengalami perubahan citra yang baik sejak adanya kader lingkungan untuk mengubah perilaku masyarakat untuk ikut menjaga lingkungan. Di kampung ini telah berhasil melakukan pengolahan air limbah menjadi air besih untuk kebutuhan perawatan tanaman. Kampung ini juga menjadi kampung ramah anak dengan kegiatan wajib belajar dan mengaji.

Sementara keunikan Kampung Maspati adalah memiliki beberapa peninggalan bersejarah dan telah dijadikan sebagai salah satu destinasi wisata heritage di Surabaya. Di kampung ini juga tersedia wifi gratis dan memiliki broadband learning center untuk belajar komputer, internet, maupun teknologi mutakhir lainnya. Saat ini di Surabaya juga sudah cukup banyak kampung yang memiliki broadband learning center ini.

“Dengan beberapa keberhasilan Pemkot Surabaya dan keberadaan kampung percontohan ini makanya Surabaya menjadi tempat untuk diselenggarakannya Preparatory Committee pada 25-27 Juli 2016. Ini merupakan ajang Habitat III yang akan membahas persoalan perkotaan di seluruh dunia yang nantinya akan dipusatkan di Ekuador pada 17-20 Oktober 2016,” imbuh Diana.