Inilah Apartemen Tertinggi di Eropa
Menjulang setinggi 235 meter, pencakar langit 67 lantai ini akan menjadi apartemen tertinggi, tidak saja di Inggris juga di Eropa Barat. Berlokasi di Jalan Hertsmere, West India Quay, dekat Canary Wharf, apartemen ini diberi nama Spire London. Adalah Larry Malcic dan Christopher Colosimo dari HOK architects, bersama desain interior Nicola Fontanella yang mendesain menara ini. Desainnya berbentuk elips sekilas menyerupai bentuk ujung perahu, terinspirasi dari kelopak bunga anggrek yang sudah ditanam di Tiongkok sejak lebih dari 3.000 tahun silam dan sejarah lokasi yang lekat dengan dunia maritim. Kenapa Tiongkok, karena Spire London dikembangkan oleh developer asal Tiongkok, yaitu Greenland Group.

Tiga menara dengan beda ketinggian ini merangkum 861 unit, di mana 765 unit adalah apartemen, selebihnya kamar hotel yang menempati enam lantai terbawah. Unit-unit apartemennya mulai dari lantai 8 hingga 66, dan unit penthouse-nya menempati lantai teratas (56 sampai 66) serta memiliki teras tersendiri. Tipe-tipe apartemennya mulai dari satu kamar tidur berukuran 50 m2 sampai 3 bed room duplex selapang 150 m2. Semua unit memiliki pemandangan panorama Kota London, tanpa terhalang, karena langit-langitnya cukup tinggi, yaitu 2,6 meter. Ditambah bentuk bangunan yang melengkung serupa ujung kapal dan lapisan kaca di bagian fasadenya. Lapisan kaca ini disangga oleh tulangan berbahan metal berwarna perunggu, sehingga tampak mewah.
Area lobby-nya dibuat setinggi enam lantai dan langit-langitnya berhias lampu yang didesain unik. Meja penerima didesain menyerupai bentuk bangunan, atau mirip dengan kelopak bunga anggrek. Nuansanya putih, biru laut dan perunggu nan mewah, menyesuaikan dengan lingkungan sekitar yang masih ditempati banyak bangunan tua yang mengekspos dinding bata merahnya. Sekeliling gedung ini juga dirancang sebagai area publik, yang antara lain dihias pohon-pohon Birch, bangku-bangku taman dan air mancur.


Spire London dilengkapi dengan sembilan lift khusus dengan masa tunggu yang cukup cepat, yaitu antara 30-35 detik. The Saffron Club, sebuah klub khusus yang hanya bisa dimasuki oleh penghuni dan tamu hotel, ditempatkan di lantai 35. Selain lounge, cocktail bar serta wine display, club ini juga dilengkapi dengan ruang sinema, kolam renang, spa, lounge, gymnasium, fitness studio dengan alat serba modern. Apartemen ini juga dilengkapi dengan ruang bermain anak yang ditempatkan di lantai berbeda dengan club ini. Semua didesain dengan kemewahan ala bintang lima. Lantai tiganya akan berisi aneka ruang pertemuan yang boleh digunakan untuk umum.
Unit terkecilnya akan dijual seharga 595 ribu pound atau lebih dari Rp10 miliar, sementara unit penthouse dibanderol 3 juta pound atau lebih dari Rp51 miliar. Pasarnya memang tidak untuk orang kebanyakan. Walaupun pasar properti London masih belum sehat betul, tapi pihak Greenland yakin, unit-unit apartemennya akan laris. “Ini akan akan menjadi rumah baru yang berbeda bagi Londoners,” kata Yuliang Zhang, Chairman dan President of Greenland Group.
Dengan desainnya yang unik, Zhang yakin, “Spire London akan menjadi tengara baru Kota London.” Greenland sendiri sedang membangun sembilan gedung pencakar langit di berbagai belahan dunia. Namun, proyek senilai 800 juta pound atau Rp13,65 triliun adalah salah satu proyek andalan grupnya di Eropa. Proses konstruksi Spire London dimulai Januari 2017 dan target selesai pada tahun 2020.
Berbagai sumber