Senin, Januari 19, 2026
HomeBerita PropertiBogorienze Resort Listrik dan Air Dikelola Secara Efisien

Bogorienze Resort Listrik dan Air Dikelola Secara Efisien

Developer berupaya menekan pemakaian listrik, menghindari pemakaian air tanah, mengolah air limbah, dan menjadikan separuh kawasan sebagai area hijau.

PT Nusa Raya Propertindo (member of Eureka Group) menerima Green Property Awards 2017 kategori green energy dari HousingEstate untuk proyek kondotel Bogorienze Resort yang terletak di area tertinggi di perumahan Bogor Nirwana Resort, Kota Bogor, Jawa Barat. Tim juri menghargai
upaya developer menekan pemakaiaan listrik dengan memasang AC water heater di seluruh unit, pemakaian lampu LED di seluruh
area publik, dan penerapan sistem sirkulasi udara silang (cross ventilation) di semua koridor apartemen.

AC water heater memanfaatkan energi panas dari kompresor AC yang biasanya dibuang sia-sia, untuk memanaskan air mandi. “Manajemen memutuskan memilih menggunakan AC water heater karena pengalaman kami (waktu menjadi manager realty apartemen Tamansari Lagoon Manado, Sulawesi Utara), itu bisa meminimalisasi penggunaan listrik,” kata Ugik Sugianto, Direktur PT Nusa Raya Propertindo.

Dibanding AC biasa, harga AC water heater memang sedikit lebih mahal. Tipenya 60 liter, 80 liter, dan 100 liter seharga Rp11– 13 juta per unit. “Tapi, AC water heater dapat menghemat penggunaan listrik hingga 5-10 persen sehingga dalam jangka menengah panjang justru meringankan (biaya). Zaman sekarang mandi air panas, terutama bagi yang sering pulang larut malam, sudah menjadi gaya hidup, apalagi udara di Bogorienze cukup dingin,” ujarnya.

Di luar efisiensi penggunaan listrik, developer juga mengaplikasikan fitur green water. Suplai air bersih misalnya, tidak memakai air tanah melainkan dari PDAM Kota Bogor. Sementara air kotor dari seluruh unit kondotel dialirkan ke kolam untuk selanjutnya diolah di instalasi pengolahan air limbah atau sewage treatment plant (STP). Setelah diolah airnya, sebagian dimanfaatkan untuk menyiram tanaman, sisanya (kalau masih ada) baru dialirkan ke saluran terdekat. “Dari awal apartemen sudah didesain dilengkapi STP,” ungkap ayah tiga anak itu.

Fitur hijau lain yang akan diterapkan adalah green open space. Menurut Ugik, dari 4 hektar lahannya, yang dikembangkan menjadi tapak bangunan hanya sekitar 50 persennya. Selebihnya menjadi ruang terbuka hijau. Developer akan membangun dua menara apartemen/kondotel masing-masing
berisi 300 unit hunian. Menara pertama 66 persen dijadikan kondotel, sisanya apartemen. Sedangkan menara kedua 90 persen untuk kondotel. Sebagai pelengkap kondotel, developer juga membangun pasar modern dan shophouses.

Saat ini tower pertama sudah memasuki tahap finishing. Ditargetkan tahun depan mulai beroperasi. Developer telah menjalin kesepakatan dengan manajemen Hotel Salak untuk mengelolanya. Hotel Salak adalah salah satu hotel yang menyasar wisatawan MICE (meetings, incentives, conferences, and events) dengan tingkat hunian tertinggi di Kota Bogor. Kepada konsumen developer menawarkan jaminan pendapatan sewa 8 persen/tahun selama dua tahun pertama hotel beroperasi. Menara pertama sudah terjual 60 persen. Tipe unitnya 22 m2, 44 m2 dan 54 m2, semuanya luas kotor. Harganya sekitar Rp15 juta per m2.

Berita Terkait

Ekonomi

Airlangga: Akan Banyak Berita Baik dalam Ekonomi RI

Pemerintah terus memperkuat kebijakan perekonomian nasional untuk menjaga stabilitas,...

Penjualan Emas Bank BSI Tembus 2,18 Ton

Bank BSI merupakan bank emas pertama di Indonesia dan...

Tiga Hari Pekan Ini Modal Asing Cabut Rp7,71 Triliun, Rupiah Kian Amblas

Setelah selama tiga pekan sebelumnya terus mengalir masuk (beli...

Berita Terkini