HousingEstate, Jakarta - PT Pollux Barelang Megasuperblok (PBM), perusahaan kolaborasi PT Pollux Properti Indonesia Tbk (PPI) dan keluarga besar mantan Presiden B.J. Habibie, menyelesaikan proses kontruksi tower A1 proyek superblok Meisterstadt (9 ha) di Jalan Ahmad Yani, Batam Center, Batam. Tower A1 yang melakukan ground breaking tahun 2016 itu merupakan fase pertama dari empat tower apartemen yang akan dibangun.

“di fase pertama proyek ini kami telah berhasil menjual tower A1 dan A2. Tower A3 yang kami pasarkan sejak tahun 2017 juga sudah terjual 70 persen, menyusul tower keempat (A5) yang akan segera kami pasarkan. Setelah pembangunan struktur selesai, kami akan fokus pada finishing untuk mengejar target serah terima akhir tahun ini,” kata Nico Po, CEO PPI saat acara topping off sebagaimana dikutip siaran persnya dari Batam, Selasa (15/1/2019).

Meisterstadt merupakan proyek multifungsi yang akan merangkum 11 gedung yang terdiri dari delapan menara apartemen dengan total hunian 6.500 unit, satu tower hotel, rumah sakit bertaraf internasional, mal, pertokoan, dan perkantoran 100 lantai. Total nilai proyek  mencapai Rp11 triliun dan disebut pengembangan terbesar di Batam dari sisi kapitalisasinya.

Nico juga menuturkan, penjualan Meisterstadt dilakukan dalam empat fase. Fase pertama telah dipasarkan tiga tower sebanyak 1.575 unit dan 113 unit ruko dengan harga mulai dari Rp3 miliar/unit, dan pengembangan mal. Tipe apartemen yang dipasarkan mulai dari satu kamar tidur (KT) berukuran 24,8-42,5 m2 dan 2 KT 51,5 m2 seharga Rp400 juta-1,1 miliar/unit. Proyek ini cukup sukses dengan pemasaran tower A1-A2 yang sold out hanya dalam waktu satu hari grand launching.

Komisaris Utama PBM Ilham Akbar Habibie menambahkan, Meisterstadt Batam berada di lokasi yang strategis dan dikelilingi berbagai fasilitas publik seperti Hang Nadim International Airport, Batam Center Ferry Terminal, dan Distrik Perniagaan Nagoya, dengan konsep pengembangan standar negara maju.

“Proyek ini dikembangkan dengan mengacu pada konsep kemajuan kota berstandar Jerman. Ini bisa dilihat pada komposisi bangunannya yang terintegrasi dengan beberapa proyek properti seperti perkantoran dan rumah sakit. Proyek ini merupakan visi ayah kami (BJ Habibie) untuk  menciptakan integrated vertical city yang terinspirasi dari standar kemajuan negara Jerman,” jelasnya.

Beberapa indikator membuatnya optimistis. Antara lain, Batam merupakan salah satu kota besar dengan angka pertumbuhan penduduk yang cukup pesat. Dengan lokasi yang strategis, Batam telah menjadi penghubung antar negara-negara di Asia Tenggara khususnya Singapura, Malaysia, Thailand, dan Filipina.

“Kehadiran Meisterstadt diharapkan bisa meningkatkan kawasan Batam sebagai salah satu pusat ekonomi baru di Indonesia. Terlebih memasuki awal 2019 iklim investasi di Batam kembali bangkit. Selain industri, sektor pariwisata akan menjadi kontributor terbesar, dan ini menjadi sinyalemen yang positif,” ujar Ilham.