HousingEstate, Jakarta - Untuk mendukung pemulihan daerah Palu, Sigi, dan Donggala di Sulawesi Tengah yang luluh lantak karena gempa bumi dan terjangan tsunami, produsen cat PT Mowilex Indonesia (Mowilex) mendistribusikan secara langsung bantuan kemanusiaan kepada para korban di tiga kota itu.

Menurut siaran pers Mowilex di Jakarta akhir Januari lalu, bantuan tersebut berupa 15 ton makanan dan 4.000 paket perlengkapan mandi (sabun cuci, sabun mandi, pasta gigi, dan sikat gigi), serta uang tunai yang berasal dari penggalangan dana dari hampir seluruh karyawan Mowilex yang disalurkan melalui Palang Merah Indonesia (PMI).

“Kami memberikan perhatian kepada warga Palu ketika mendengar berita menyedihkan itu. Kami mengupayakan bantuan secepatnya untuk warga dan masyarakat Palu. Seratus persen bantuan kita berupa makanan dan perlengkapan mandi yang sangat diperlukan warga saat ini,” kata Presiden Direktur Mowilex Lily Liliana.

Gempa bumi berkekuatan 7,4 skala richter meluluh-lantakkan beberapa kota dan kabupaten di Sulawesi Tengah tanggal 28 September 2018. Kekuatan gempa paling terasa di Palu, Donggala, dan Sigi. Gempa diiringi tsunami itu mengakibatkan 2.081 orang meninggal dunia, 1.309 hilang, dan 206.219 orang kehilangangan tempat tinggal.

“Kami ingin membuat masyarakat di Palu mengerti bahwa mereka ada di dalam pikiran dan hati kami saat ini. Dan, agar mereka tahu kalau kami selalu ada untuk mereka dalam jangka pendek dan jangka panjang,” jelas Lily.

Manager General Affairs dan K3L Mowilex Suratman menambahkan, begitu banyak karyawan Mowilex yang suka rela terjun langsung ke lapangan untuk mendistribusikan bantuan kepada para korban.

“Kami sadar bantuan ini bukan tanpa risiko. Pada akhirnya karyawan sukarelawan dari perusahaan juga dibantu pihak TNI yang mengantar tim Mowilex ke berbagai titik lokasi bencana,” ungkapnya.

Selain mendistribusikan bantuan makanan dan perawatan tubuh, Mowilex juga turut berupaya memulihkan mental anak-anak pengungsi. Salah satunya dengan melakukan pendekatan Psikososial Support Program (PSP) di sejumlah titik posko pengungsian.

Koordinator pelayanan PSP PMI di Palu Malla Sari menyatakan, inisiatif Mowilex untuk mendukung pemulihan psikis para pengungsi, khususnya anak-anak, sangat dibutuhkan mengingat potensi dampak traumatik yang begitu besar akan dirasakan anak-anak. “Ini (upaya pemulihan mental) terus dilakukan karena pemulihan kondisi psikologis tak kalah pentingnya dengan pemulihan infrastruktur pasca bencana,” ujarnya.