HousingEstate, Jakarta - Lingkungan kampung kecil yang secara strategis di RW 04 Pancuran, Kelurahan Kutowinangun Lor, Kecamatan Tingkir, Salatiga, Jawa Tengah, ini akhir tahun lalu diresmikan menjadi Kampung Wisata Pancuran. Dahulu kampung yang bersebelahan dengan pasar ini terkenal rawan karena menjadi sarang preman. Kini Pemerintah Kota Salatiga mencatatkannya sebagai salah satu pusat wisata di tengah kota atas perubahan tampilannya yang penuh warna.

Kampung preman kini bersalin rupa menjadi kampung wisata penuh warna.

“Saya ingin memuji inisiatif warga RW 04 Pancuran untuk mengubah lingkungan Pancuran menjadi lebih hidup dan berwarna. Kami optimis hal ini akan dapat membantu meningkatkan kualitas lingkungan kota dan daya tarik kota kami bagi para wisatawan, sebagai bagian dari visi kami mengembangkan KOTAKU (Kota Tanpa Permukiman Kumuh),” kata Walikota Salatiga Yulianto saat meresmikan Kampung Wisata Pancuran itu.

Mural ekspresi wajah yang menghias dinding kampung

 

Dinding tepi sungai dihias mural beraneka tema

AkzoNobel, perusahaan cat dan pelapis global yang juga merupakan produsen cat premium Dulux, ikut mendukung inisiatif penduduk setempat untuk mempercantik lingkungan kampung dengan warna-warni catnya. Proyek pengecatan  membutuhkan waktu sekitar delapan bulan dengan total luas area sekitar 10.000 meter persegi (m2) yang menghabiskan lebih dari 3.000 liter cat khusus eksterior anti lumut dan jamur.

Area tangga di dalam kampung yang juga dihias dengan lukisan

Pembaruan yang dilakukan pada lingkungan kampung di antaranya berupa pembuatan mural-mural dengan tema berbeda-beda. Salah satunya tentang sejarah dan perjuangan bangsa Indonesia. Tidak hanya dinding, sudut-sudut tangga, pinggiran sungai dekat kampung juga dihias penuh warna. Ada 100 orang warga kampung yang terlibat dan beberapa seniman yang ditunjuk untuk melukis mural.

Salah satu sudut Kampung Wisata Pancuran saat dikunjungi Walikota Salatiga Yulianto (tengah)

“Kami sangat senang dapat bekerja sama dengan masyarakat dalam mempercantik lingkungan setempat. Kehadiran Kampung Wisata Pancuran bertujuan untuk memupuk rasa kebanggaan dan memiliki di antara penduduk kota. Kami percaya pada kekuatan transformatif warna untuk memperkaya masyarakat dan membuat ruang tempat tinggal mereka lebih nyaman dan menyenangkan,” kata Anastasia Tirtabudi, Head of Brand & Consumer Marketing PT ICI Paints Indonesia (AkzoNobel Decorative Paints Indonesia).

Proyek pengecatan ini adalah bagian dari program Let’s Colour Indonesia yang diluncurkan AkzoNobel sejak 2016. Tujuannya untuk meningkatkan dan memperkaya kehidupan masyarakat dengan membantu meningkatkan ruang tempat tinggal mereka melalui proyek-proyek yang melibatkan komunitas. Di Jakarta, AkzoNobel telah membantu melestarikan sejumlah museum dan bangunan strategis di Kota Tua dalam upaya menempatkan situs tersebut dalam daftar Warisan Dunia UNESCO. Kemudian menciptakan mural di lima kota seperti tepian Sungai Sekanak di Palembang, dan mewarnai Kampung Tematik dalam rangka menyambut Asian Games 2018 di Jakarta. Berikut sudut-sudut cantik Kampung Wisara Pancuran yang bisa dilirik.

close
GRATIS | Majalah HousingEstate #190 Edisi Juni 2020