HousingEstate, Jakarta - Para pekerja milenial harus segera memiliki hunian, karena harga rumah cenderung cepat naik dan ada banyak biaya yang menyertainya. Mumpung sedang banyak kemudahan yang diberikan pengembang dan perbankan untuk membelinya. Membeli rumah harus menjadi prioritas pertama kum muda saat mulai bekerja.

Berdasarkan data Bank Indonesia (BI), tahun 2018 ada peningkatan debitur dari rentang usia 26-35 tahun atau kaum milenil sehingga mendominasi pertumbuhan KPR. Debitur pada usia itu mayoritas membeli rumah kompak berukuran 22-70 m2 atau apartemen berukuran di bawah 22 m2 (tipe studio) dengan porsi mencapai 35-50 persen. Tren peningkatan debitur dari kalangan muda yang diriset BI itu terjadi sejak tahun 2014.

Berdasarkan data ini bisa disimpulkan kalau bisnis properti saat ini dikuasi segmen pasar kalangan muda milenial. Namun, ada banyak kendala kalangan itu untuk membeli rumah. Terlebih banyak di antara mereka lebih mementingkan pengeluarannya untuk gaya hidup, sehingga porsi untuk mendapatkan pembiayaan perumahan menjadi makin rendah.

“Situasi seperti ini membuat kami berpikir mengkreasikan cara bayar yang bisa diakses kalangan muda. Misalnya, dengan program Nabung DP sehingga anak muda pekerja ini cuckup mencicil depe huniannya sebesar 20 persen selama 2-3 tahun. Lebih ringan dan mempermudah mereka memiliki properti,” kata Peony Tang, Direktur PT Setiawan Dwi Tunggal, pengembang SouthCity, melalui siaran pers di Jakarta, Selasa (18/6/2019).

SoutCity merupakan proyek mixed use development seluas 55 ha di Pondok Cabe, Cirendeu, Tangerang Selatan, Banten. Selain perumahan dan properti komersial (ruko), saat ini South City juga memasarkan apartemen The Parc yang dikonsep sebagai hunian untuk memenuhi kebutuhan generasi milenial.

Program Nabung DP 20 persen memudahkan untuk memiliki unit The Parc dengan cicilan Rp3,3 juta selama dua tahun. Bisa lebih rendah bila periodenyan tiga tahun. The Parc sendiri mengampanyekan program Nabung DP dengan cicilan sekitar Rp99 ribu/hari atau Rp3 jutaan/bulan. Setelah depe lunas, angsuran bisa dilanjutkan dengan KPA dari bank yang jumlahnya juga Rp3 jutaan per bulan. Jadi, kaum muda tidak kaget dengan lonjakan cicilan karena jumlahnya relatif sama dengan angsuran depe.

“Jadi selain menyediakan produk yang dibutuhkan anak muda, kami juga mempertimbangkan keterjangkauan mereka supaya apartemen ini bisa diakses oleh lebih banyak milenial. Keseluruhan kawasan hunian dirancang untuk anak muda bisa berkolaborasi dengan menyediakan berbagai ruang, fasilitas, dan event yang mendorong terwujudnya kolaborasi itu, termasuk penyediaan akses internet ekstra cepat,” tuturnya.

Saat ini aksesibilitas ke kawasan SouthCity juga semakin mudah dengan telah beroperasinya MRT Lebak Bulus-Bundaran HI. Jarak kawasan ke stasiun MRT Lebak Bulus hanya sekitar 6 km. Ada juga fasilitas transportasi umum Trans Jakarta dengan rute SouthCity-Tanah Abang dan SouthCity-Kuningan. Kemudahan lain, akses tol Depok-Antasari melalui pintu tol Andara dan Brigi. Kelak juga bisa lewat jalan tol JORR 2 Cinere-Jagorawi dengan exit Cinere dan tol Cinere-Serpong dengan exit RE Martadinata (Ciputat).

Associate Director SouthCity Stevie Faverius Jaya menambahkan, dengan banyak akses itu, harga hunian termasuk apartemen di kawasan akan cepat naik tinggi sehingga bisa makin tidak terjangkau kebanyakan milenial yang terus menunda-nunda pembelian huniannya.

The Parc dikembangkan di atas lahan 1,5 ha yang akan terdiri dari tiga tower mencakup total 1.701 unit hunian. Saat ini dipasarkan tower pertama 392 unit yang menyediakan tipe studio 22,5 m2, satu kamar tidur (KT) 30-36,6 m2, dan 2 KT 45 m2 seharga mulai dari Rp357 juta/unit.