Emerald Land Lansir Emerald Neopolis Karawang dengan Konsep Hijau
Emerald Land Development bekerja sama (KSO) dengan PT Samudera Teknindo Hydraumatic, medio tahun ini meluncurkan proyek properti terpadu atau mixed use development Emerald Neopolis (50 ha) di Karawang, Jawa Barat. Proyek mengintegrasikan perumahan tapak (landed residential), apartemen, hotel, perkantoran, serta sentra bisnis dan pendidikan.
Menurut Direktur Utama Emerald Land Development Dodi Pramono melalui siaran pers dari Karawang, Senin (22/7/2019), tahap awal dikembangkan perumahan tapak seluas 34 hektar dalam dua fase. Pembangunan fase pertama diperkirakan menelan investasi Rp100 miliar. Setelah itu menyusul high rise building berupa apartemen, perkantoran, hotel, serta pusat bisnis dan pendidikan di atas lahan 16 hektar.
“Pendanaan fase pertama dari internal perusahaan. Untuk pengembangan selanjutnya akan dikombinasi dengan pembiayaan perbankan baik konstruksi maupun KPR (kredit pemilikan rumah)-nya,” katanya saat pembukaan kantor pemasaran di lokasi proyek, Kamis (18/7/2019).
Lokasi Emerald Neopolis berada di Jalan Raya Pinayungan, Teluk Jambe Timur, di samping jalan tol Jakarta-Cikampek km 52, sekitar 10 menit dari exit tol Karawang Barat. Kelak lokasi proyek disebut akan makin strategis karena berada tepat di samping jalan arteri yang menghubungkan wilayah Karawang Barat dan Karawang Timur.
“Selama ini akses penghubung kedua wilayah tersebut hanya melalui pusat pemerintahan Kabupaten Karawang. Rencana pembangunan jalan arteri itu sudah masuk tahap finalisasi,” ungkapnya. Proyek dikelilingi banyak manufaktur besar di kawasan industri Karawang yang menampung ribuan pekerja seperti Toyota, FSMC (anak usaha Astra Otoparts), pabrik perakitan dan AHM parts center, dan lain-lain.

Emerald Neopolis akan dikembangkan dengan konsep hijau dengan rumah-rumah bergaya modern dilengkapi fasilitas club house, taman-taman, kolan renang, trek joging, selain area komersial. Developer menggandeng konsultan arsitek ARKdesign pimpinan Paul Tan untuk mewujudkan konsep itu.
Tahap pertama dilansir klaster Emerald Park (13,5 ha) yang akan mencakup total 980 rumah dan puluhan ruko seharga mulai dari Rp400 jutaan/unit (tipe 30/60). Pemasaran klaster pertama ini ditargetkan tuntas dalam empat sesi selama dua tahun. Dodi memastikan sebelum dipasarkan, perizinan proyek sudah lengkap termasuk IMB. Seluruh lahan juga disebut sudah bersertifikat induk.
Emerald Land Development sebelumnya sudah mengembangkan lima proyek hunian: Emerald Land dan Emerald City di Jalan Tegar Beriman (Cibinong, Bogor), Cilebut Icon (Bogor), Emerald Residence (Tangerang), dan Emerald Terace (Jati Asih, Bekasi). “Seluruh unit di Emerald Land Cibinong sudah diserah-terimakan kepada konsumen. Sedangkan proyek lain masih on progress termasuk Emerald Residence yang pengembangannya sudah mencapai 50 persen,” terang Dodi.