HousingEstate, Jakarta - Kredit macet atau non performing loan (NPL) merupakan momok bagi industri perbankan yang nilainya harus terus diturunkan untuk menunjukkan kinerjanya sehat. Umumnya, batas NPL bagi perbankan sebagaimana ditetapkan oleh Bank Indonesia (BI) tidak boleh melebihi lima persen.

Bank BTN yang fokus pada pembiayaan perumahan pada tahun 2019 ini mengejar untuk bisa menurunkan angka NPL sebesar 2,5 persen. Menurut Nixon LP Napitupulu, Direktur Collection & Asset Management Bank BTN, untuk menurunkan NPL menjadi di bawah 2,5 persen, Bank BTN harus memperbaiki kredit macet senilai di atas Rp1 triliun.

“Ini secara gradual terus kita lakukan dan hingga Juni 2019 yang sudah bisa turun senilai Rp500 miliar dan itu akan kita kejar mencapai di atas Rp1 triliun tahun ini supaya NPL kita di bawah 2,5 persen. NPL kita yang tinggi terdapat di sektor non konstruksi dan pembiayaan rumah komersial yang memang kami bukan ahlinya,” ujarnya kepada housingestate.id saat paparan kinerja Bank BTN semester I 2019 di Jakarta, Jumat (26/7).

Untuk produk rumah komersial harga di atas Rp500 juta itulah NPL Bank BTN yang paling tinggi. NPL tinggi di Bank BTN Syariah juga di KPR rumah komersial. Karena itu secara gradual akan diturunkan untuk pembiayaan rumah-rumah di bawah Rp500 juta.

Sementara untuk rumah murah maupun rumah bersubsidi, Nixon menyebut NPL-nya sangat bagus. Bank BTN selanjutnya akan kembali based on track sebagai bank dengan spesialisasi pembiayaan rumah murah karena memang sektor itu yang sudah terbukti menjadi spesialisasi Bank BTN selama ini.

Selanjutnya penanganan untuk kredit macet ini juga ada beberapa tahap untuk memudahkan debitur. Debitur yang tiba-tiba bermasalah terkait cicilannya akan ditanyakan kendala-kendalanya. Kemudian dari situ bisa dilakukan perpanjangan waktu atau debitur yang tidak kuat karena pemberlakuan bunga promo ke bunga komersial bisa ditarik lagi tenornya menjadi lebih panjang.

“Bisa juga dilakukan beberapa kombinasi jadi kita tidak main putus dan menjual asetnya. Tapi kalau yang benar-benar sudah menyerah mau tidak mau kita jual dan itu biasanya kita masukkan ke lelang untuk jenis KPR komersial. Jadi aset-aset ini juga harus segera dicairkan supaya tidak jadi beban kita yang membuat NPL kita sulit turun,” jelasnya.