HousingEstate, Jakarta - Bisnis properti yang lesu beberapa tahun terakhir menjadi kesempatan bagi konsumen untuk merealisasikann pembelian propertinya. Pasalnya, pasar yang lesu membuat kalangan pengembang banyak memberikan kemudahan kepada konsumen untuk membeli hunian supaya tetap membukukan penjualan.

Menurut Direktur Teknik dan Pengembangan Usaha PT Adhi Persada Properti (APP) Pulung Prahasto, time to buy karena banyaknya kemudahan ini bukan hanya berlaku untuk konsumen yang hendak menggunakan sendiri propertinya (end user) tapi juga investor dan pihak lain yang terkait dengan bisnis properti.

“Situasi saat ini bagus baik untuk konsumen, pengembang, maupun pemilik tanah (land lord). Konsumen harus segera membeli, mumpung lagi banyak promo kemudahan (dan harga propertinya sedang tertekan). Pengembang yang harus berekspansi saatnya memperluas land bank (dengan membeli lahan-lahan yang dianggap strategis). Land lord juga dimudahkan karena situasi seperti ini lahannya bisa dimaksimalkan untuk pengembangan proyek properti,” katanya saat berbincang dengaan kalangan media di Jakarta, Kamis (1/8/2019).

APP yang merupakan anak usaha BUMN PT Adhi Karya Tbk melakukan banyak strategi untuk tetap bisa membukukan penjualan yang baik di tengah pasar yang masih lesu. Pulung sendiri percaya tahun ini bisnis properti mulai menunjukkan tren meningkat. Ini alas an lain bagi semua pihak untuk segera membeli. Kalau pasar benar-benar sudah pulih, harga propertinya pasti sudah tinggi.

Beberapa indikator yang membuatnya yakin tahun ini situasinya mulai membaik dan terus berlanjut hingga mengalami puncaknya tahun 2024-2025. Salah satunya adalah pertumbuhan KPR dan KPA perbankan yang terus meningkat dan situasi makro ekonomi yang sangat positif. Hanya saja dibutuhkan penekanan-penekanan pada beberapa sektor tertentu.

APP misalnya, tahun ini lebih fokus mengembangkan rumah tapak selain terus memasarkan apartemen dekat kampus yang masih menjadi andalannya di berbagai lokasi. Saat ini porsi pengembangan rumah tapak APP mencapai 15 persen dan akan ditingkatkan menjadi 30-40 persen.

“Beberapa proyek rumah tapak yang sudah kami pasrkan adalah Taman Dhika Sidoarjo Kota, Taman Dhika Batu Tulis, dan yang terbaru The Anggana Village di Cibinong. Seluruhnya menyasar segmen middle-middle dan midlle up dengan nilai proyek dari segmen rumah tapak ini mencapai Rp2 triliun. Tahun depan kami siapkan lahan di Sentul  (14 ha), di Cibubur 9 dan 12 hektar, dan di Sidoarjo 12 hektar untuk proyek rumah tapak. Tahun ini kami menargetkan marketing sales Rp1,6 triliun,” tuturnya.