HousingEstate, Jakarta - Berada di pusat bisnis utama Jakarta, tepatnya di Jalan MH Thamrin, sejajar dengan Plaza Indonesia, apartemen mewah Keraton, mal e-X, gedung Kedubes Jepang, dan Bundaran HI, proyek hunian dan perkantoran Indonesia1 yang terdiri dari dua menara kembar setinggi 303 meter, akan menjadi ikon baru bagi Jakarta.

Proyek monumental yang telah digarap sejak tahun 2015 ini pembangunannya kini telah mencapai tingkat 48. Pengembangnya PT CS Media Investment, konsorsium dari China Sonangol Land, dan Media Group, memprediksi pembangunan akan rampung dan siap diserah-terimakan kwartal empat tahun 2020 .

Gedung pencakar langit berwarna keemasan ini akan menampung kantor grade premium di South Tower dengan puncak menara berupa kompleks lifestyle Polaris seluas 1.770 m2 setinggi tiga lantai.

Sementara di North Tower yang terdiri dari 73 lantai akan diisi 181 apartemen servis yang seluruhnya akan dioperasikan oleh Pan Pacific Serviced Suites. Apartemen terdiri dari tipe studio dengan luas 29,6 m2 hingga tipe dua kamar tidur (KT) seluas 122 m2. Area parkir yang luas dalam tujuh lantai basement disediakan serta akses menuju transportasi umum termasuk koneksi langsung ke stasiun  MRT Bundaran HI.

Selain tertinggi, Indonesia1 yang dirancang Mercurio Design Lab juga diklaim ramah lingkungan sesuai dengan standar BCA Greenmark Platinum, rating Greenmark tertinggi yang ditetapkan Building & Construction Authority of Singapore.

Di antaranya, eksterior gedung menggunakan kaca double glass untuk meminimalkan penggunaan lampu di siang hari dan emisi rendah, sistem penampungan air hujan dan daur ulang air limbah.

“Kami percaya menjadi pengembang yang sadar lingkungan lebih dari sekadar tren. Kami melihatnya sebagai tanggung jawab kepada klien, mitra, dan generasi masa depan,” kata Tay Swee Eng, Project Director CS Land saat konferensi pers grand launching Indonesia1 di Jakarta, Selasa (27/8/2019).

CS Land menunjuk konsultan properti JLL Indonesia dan Cushman & Wakefield sebagai marketing representatives dari Indonesia 1 untuk penyewaan perkantoran dan ritel. Saat ni, kedua pemasar belum bisa menyebutkan berapa calon penyewa yang sudah berminat dan merek-merek tenant yang akan bergabung.

“Walaupun pasar properti komersial belum menunjukkan tanda-tanda pemulihan yang signifikan, CS Land berusaha merampungkan proyek dengan baik. Ini menunjukkan bahwa mereka memiliki keyakinan yang luar biasa bahwa pasar properti komersial di Indonesia akan bangkit kembali dan berkembang,” kata Arief Rahardjo, Director Strategic Consulting Cushman & Wakefield.