HousingEstate, Jakarta - Pemerintah dan Bank Indonesia (BI) telah memberikan berbagai relaksasi kepada bisnis properti berupa penurunan bunga acuan, pemangkasan pajak, penambahan subsidi, dan lain-lain untuk membantunya agar bergairah lagi setelah sekian tahun terakhir melesu.

Menurut Kepala Ekonom Bank BTN Winang Budoyo, berbagai relaksasi itu bisa menjadi momentum yang tepat bagi BTN, bank spesialis pembiayaan perumahan, untuk melakukan berbagai aksi korporasi yang bisa makin meningkatkan kinerjanya sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi.

“Ada hubungan positif antara penyaluran kredit perbankan ke sektor properti dan pertumbuhan ekonomi sektor real estat. Berbagai relaksasi relaksasi yang dikeluarkan BI (dan pemerintah) itu sangat positif dampaknya terhadap sektor properti. Bahkan, pertumbuhan ekonomi di sektor real estat sudah melampaui pertumbuhan PDB nasional sejak kuartal pertama dan kedua tahun ini, yaitu, 5,46 persen dan 5,74 persen (dari tahun-tahun sebelumnya yang hanya 3-4 persenan),” tuturnya dalam diskusi dan media gathering yang diselenggarakan BTN di Yogyakarta akhir pekan lalu.

Relaksasi itu juga sangat tepat karena secara umum kinerja bank mengikuti situasi perekonomian. Jadi, saat ekonomi ekspansif, BI mengurangi risiko (dengan menaikkan bunga acuan dan lain-lain), saat ekonomi melemah bank juga lebih konservatif dalam penyaluran kredit (tidak ekspansif) sehingga perlu didorong dengan memberikan relaksasi kebijakan.

“BI melihat perbankan saat ini pada ngerem. Makanya dikeluarin kebijakan relaksasi. Di sisi lain saat situasi ekonomi lesu, perbankan main aman dengan menyalurkan KPR yang agunannya jelas. Kalau macet, balikin (duitnya) gampang. Kalau situasi ini direspon positif oleh semua pihak, kita bisa lebih optimistis sektor real estate akan makin bergairah yang saat ini   memang sudah terlihat peningkatannya,” jelasnya.

Hanya saja, lanjut Winang, pertumbuhan sektor real estate itu seperti tidak terasa karena sumbangannya terhadap PDB masih sangat kecil, hanya 2,8 persen. Karena itu pertumbuhan positif yang terjadi pada sektor real estate tidak memiliki daya dorong yang cukup untuk membantu pertumbuhan PDB (ekonomi) Indonesia.

close
GRATIS | Majalah HousingEstate #191 Edisi Juli 2020