HousingEstate, Jakarta - Bank OCBC NISP belum lama meluncurkan KPR Easya Start yang memungkinkan debitur  memperoleh plafon KPR yang lebih besar, sehingga dapat membeli rumah  yang lebih besar  juga. Suku bunganya untuk fixed  tiga tahun sebesar 6,5 persen, sedangkan fixed lima tahun 7,5 persen dengan down payment (DP/uang muka) ringan sebesar lima persen.

Sebagai gambaran, jika debitur membeli rumah menggunakan KPR reguler dengan tenor  15 tahun dan suku bunga fixed 6,5 persen per tahun untuk tiga tahun pertama, angsuran per bulannya sebesar Rp6.075.548  dan plafon KPR hanya Rp697.451.111. Sedangkan jika menggunakan KPR Easy Start dengan tenor dan suku bunga yang sama,  cicilan per bulannya Rp6.675.548 dan plafon KPR-nya sebesar Rp1 miliar.

“Dengan asumsi di atas plafon KPR Easy Start lebih tinggi 30 persen dari KPR reguler. Bandingkan kalau debitur menunda membeli rumah seharga Rp1 miliar selama lima tahun, harga rumah sudah naik puluhan bahkan ratusan persen. Cicilan pokok akan naik bertahap mempertimbangkan penghasilan debitur,” kata Veronika Susanti, Division Head Customer Solution Retail Loan Bank OCBC NISP kepada housingestate.id, Senin (21/10/2019).

Persyaratan debitur memperoleh KPR Easy Start berusia antara 21 hingga 40 tahun dan  berstatus karyawan. “Sebetulnya KPR Easy Start menyasar milenial berusia antara 21 hingga 38 tahun yang first time beli rumah. Tapi, teman-teman developer meminta agar batas maksimal usianya dinaikkan jadi 40 tahun karena mereka yang berusia 40 tahun masih banyak yang belum punya rumah,” jelas Verovika.

Persyaratan berikutnya rumah yang dibeli harus di komplek perumahan dengan tenor maksimal 25 tahun, boleh rumah seken, plafon KPR sampai dengan Rp2,5 miliar, dan  boleh juga digunakan untuk membeli apartemen dengan tenor maksimal 20 tahun. “Respon debitur terhadap KPR Easy Start sangat bagus. Kami menawarkan program yang betul-betul membantu  menjawab kebutuhan debitur,” kata Veronika.