HousingEstate, Jakarta - Sesuai tuntutan zaman, berbagai perangkat rumah tangga tidak lagi digunakan hanya terkait fungsinya tapi juga ditonjolkan desainnya sehingga menunjang gaya interior rumah. Modena, penyedia perangkat home appliances, dengan spesialisasi produk untuk dapur, juga tak ketinggalan memperkuat unsur desain itu pada produknya.

Salah satunya pada produk lemari es terbaru Modena RF 2330 yang dibalut dengan lukisan indah karya tiga seniman pilihan. Lemari es dijadikan kanvas untuk menghadirkan lemari es klasik yang selanjutnya disebut sebagai Modena Masterpiece Retrofridge. Ini juga menjadi tahun ketiga bagi Modena mengaplikasikan lukisan pada produk lemari esnya.

“Kami memilih tiga seniman pilihan dengan talenta luar biasa untuk menjadi inspirasi di setiap rumah, salah satunya lewat produk yang digunakan seperti lemari es ini. Value yang tercipta tidak hanya sebatas visual, tapi juga bisa menunjukan personal yang mendalam dalam sebuah produk lemari es,” kata Robert Widjaja, Director PT Modena Indonesia, saat peluncuran produk di Jakarta, Kamis (21/11/2019).

Ketiga seniman tersebut ada Erica Hestu Wahyuni, pelukis asal Yogyakarta yang terinspirasi kenangan masa kecilnya untuk menampilkan karya lukis. Karyanya cenderung seperti lukisan anak-anak namun menghadirkan narasi sendiri yang terkesan rumit sehingga bisa disebut terinspirasi dari keseharian seperti mimpi, khayalan, hingga harapan. Untuk lemari es Modena, Erica melukis mengenai keharmonisan dalam hubungan antar manusia dan lingkungan hidup dengan goresan yang menjadi ciri khasnya.

Kedua adalah seniman Decki Leos yang terkenal dengan karya yang terinspirasi dari film, kartun, dan juga video games. Saat berkeluarga dan memiliki anak telah mengubah persepsi Decki yang awalnya banyak mengambil sudut artistik dalam sebuah kekerasan menjadi tingkah anaknya yang menggemaskan. Hal ini mendorongnya untuk melukis tokoh-tokoh lucu dan unik yang dinamakan Fuurryballs. Untuk karyanya pada produk Modena dinamakan sebagai Preman Dapur dengan berbagai karakter yang ia lukis sebagai sosok yang gemar mengambil makanan dari kulkas.

Pelukis ketiga adalah Abenk Alter yang ikut memberikan sentuhan tak kalah unik. Saat ditanyakan aliran melukis, Abenk tidak pernah memberikan jawaban yang pasti sehingga beberapa pengamat menilai karyanya bergaya urbanis. Seniman sekaligus musisi ini ingin menonjolkan bagaimana lemari es bisa berkontribusi dalam kehidupan dan itu diekspresikaan dalam bentuk komposisi visual.

Modena juga inigin mengajak masyarakat untuk menunjukan kepedulian terhadap berbagai isu social. Karena itu digandeng juga komunitas Ambiente yang aktif terhadap berbagai isu sosial untuk melelang Modena Masterpiece Retrofridge ini. Hasil lelang nantinya akan didonasikan kepada untuk Rumah Budaya Sumba yang mengerjakan proyek untuk kesejahteraan masyarakat kurang beruntung di Sumba.

“Kegiatan ini sebagai bentuk tanggung jawab kami untuk ikut memberikan kontribusi terhadap kesejahteraan masyarakat. Terciptanya Modena Masterpiece Retrofridge adalah sebuah pesan yang ingin kami sampaikan, bahwa banyak hal menyenangkan yang bisa kita lakukan untuk menunjukkan dan mewujudkan kepedulian kita terhadap sesame. Salah satunya lewat karya seni,” tutur Robert.

close
GRATIS | Majalah HousingEstate #191 Edisi Juli 2020