HousingEstate, Jakarta - Pembangunan kereta ringan atau light rail transit (LRT) Jabodetabek terus dikebut PT Adhi Karya Tbk. Salah satu peristiwa penting proses pembangunannya, adalah terpasangnya jalur rel jembatan lengkung (long span) sepanjang 148 m dengan radius lengkung 115 m di perempatan Kuningan, Jalan HR Rasuna Said, Jakarta Selatan, pertengahan bulan lalu.

Progres pembangunan LRT itu juga mendorong semangat pengembangan proyek hunian (apartemen) terpadu di sepanjang lintasannya oleh PT Adhi Commuter Properti (ACP), anak usaha Adhi Karya, dengan brand LRT City.

Menurut Direktur Pemasaran dan Pengelolaan Properti ACP Hanif Setyo Nugroho, masyarakat akan segera menikmati fasilitas LRT dan kenyamanan tinggal di apartemen dengan konsep transit oriented development (TOD) karena yang terintegrasi dengan sarana transportasi massal yang mempertemukan aneka moda angkutan umum itu.

“Akan ada banyak efisiensi waktu dan biaya bila konsep hunian TOD itu mulai beroperasi. Sejak Agustus 2019 telah dilakukan dynamic test untuk rute LRT Bekasi Timur-Cawang dengan menggunakan tiga gerbong kereta. Dynamic test itu uji pembebanan pada bantalan kereta yang dilakukan terus menerus untuk menjamin jalurnya kuat dan lancar dengan pembebanan kereta. LRT City Bekasi di Bekasi Timur akan menjadi proyek LRT City pertama yang beroperasi akhir tahun depan setelah LRT beroperasi,” katanya melalui siaran pers di Jakarta, Senin (2/12/2019).

Hanif mengajak berhitung kasar terkait efisiensi waktu (dan dengan sendirinya juga biaya) bila berhuni di apartemen di kawasan TOD. Rute Bekasi Timur ke Cawang dalam situasi normal dengan kendaraan pribadi bisa ditempuh sekitar 45 menit, namun saat macet bisa mencapai dua jam. Dengan LRT yang melaju rata-rata 60 km per jam, waktu tempuhnya hanya 28 menit. Jadi, ada efisiensi waktu 1,5 jam sekali jalan atau tiga jam setiap hari.

Ia mengaku akan terus mengedukasi pasar soal efisiensi besar yang didapat bila orang tinggal di LRT City itu, terutama kepada kalangan milenial pembeli rumah pertama untuk didiami sendiri. Dengan tinggal di LRT City, mereka bisa banyak berhemat sehingga di satu sisi bisa segera merealisasikan pembelian hunian, dan di sisi lain tetap bisa memenuhi hasratnya mencari pengalaman dari traveling dan lain-lain.

“Jadi, sebaiknya mereka segera merealisasikan pembelian huniannya, karena harganya pasti akan terus meningkat, mengalahkan peningkatan penghasilannya. Apalagi nanti serelah LRT beroperasi. LRT dan hunian dengan konsep TOD akan menjadi tren masa depan. Orang akan makin efisien tinggal di hunian dengan konsep TOD bila kelak semua moda transportasi massal itu terkoneksi,” jelas Hanif.

LRT City di Bekasi Timur yang dinamakan Green Avenue (1,9 ha) terdiri dari tiga tower. Tower pertama 736 unit telah mulai dibangun Agustsu 2019. Tipe unitnya studio seluas 24 m2 dengan harga perdana Rp360 juta. Saat ini harganya ditawarkan Rp437 juta. Serah terima apartemen dijadwalkan awal tahun 2022.

close
GRATIS | Majalah HousingEstate #191 Edisi Juli 2020