HousingEstate, Jakarta - Pusat Pengelolaan Dana Pembiayaan Perumahan (PPDPP) Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) yang menyalurkan dana subsidi fasilitias likuiditas pembiayaan perumahan (FLPP) untuk KPR bersubsidi, meluncurkan aplikasi Sistem Informasi KPR Subsidi Perumahan (SiKasep).

Aplikasi SiKasep diharapkan bisa menunjang kinerja PPDPP dalam menyalurkan FLPP lebih cepat, tepat, dan akuntabel sehingga mempermudah masyarakat berpenghasilan rendah (MBR) mencari dan menentukan rumah subsidinya.

“Dengan aplikasi SiKasep kami menempatkan MBR penerima subsidi perumahan sebagai subjek dari sebelumnya objek. MBR menjadi pelaku utama, karena mendaftar secara online pada aplikasi ini untuk mendapatkan rumah bersubsidi. Jadi, kita tahu kebutuhan rumah murah itu secara ril. Sementara pengembang juga akan memasukkan data produksi rumahnya. Jadi, nanti semua bisa nyata. Kebutuhan berapa, backlog berapa, dan kita jadi punya data besar perumahan dari hulu ke hilir,” kata Arief Sabaruddin, Direktur Utama PPDPP, saat acara peluncuran SiKasep di Jakarta, Kamis (19/12).

Dengan aplikasi ini, developer akan mendaftarkan proyeknya sejak masih dalam proses kaveling. Kaveling tersebut awalnya akan berwarna putih dan akan terus berubah seiring pengembangannya. Dari putih akan berubah menjadi kuning hingga merah, yang artinya rumah sudah diserahterimakan dan dihuni oleh konsumen.

Untuk masyarakat yang akan mengakses KPR bersubsidi sebelumnya bisa men-download aplikasi ini, kemudian memasukan nomer KTP dan NPWP. Aplikasi akan terhubung dengan data kependudukan dan catatan sipil (dukcapil) untuk mengetahui, apakah seseorang sudah pernah menerima subsidi perumahan. Bila belum, akan ada berbagai formulir online yang harus diisi pemohon rumah subsidi.

Bersamaan dengan acara itu juga dilakukan penandatanganan kerja sama penyaluran KPR FLPP dengan 37 bank. Yaitu, 10 bank nasional (konvensional dan syariah) dan 27 bank pembangunan daerah (BPD). Arief menyebutkan, per 17 Desember 2019 realisasi penyaluran dana subsidi FLPP telah mencapai 104,6 persen senilai Rp7,5 triliun, setara 77.472 unit rumah. Total penyaluran dana FLPP sejak tahun 2010 mencapai Rp44,329 triliun untuk 655.239 rumah.

“Kami sudah training dan uji coba sistem ini secara host to host dengan bank penyalur KPR. Jadi, tahun 2020 kita tidak lagi mereka-reka angka, tapi semuanya lebih transparan dan jelas. Bisa terlihat dan dicek melalui aplikasi ini, sehingga kita bisa lebih fokus pada penyelenggaraan pembiayaan perumahan yang lebih efisien dan efektif. Untuk bank penyalur KPR, kuota terbesar tetap BTN, mencapai 39 persen. Sisanya untuk 36 bank lain,” jelas Arief.

close
GRATIS | Majalah HousingEstate #190 Edisi Juni 2020