HousingEstate, Jakarta - Lokasinya di Kediri yang selama ini lebih kesohor dengan industri rokok. Jauh dari kota besar yang pengembangan propertinya jadi barometer. Tapi, Kediri Family Residence (KFR) menjadi pelopor pengembangan hunian hemat energi. Selain menggunakan listrik PLN, perumahan besutan PT ASD Mandiri di Jl Raya Sobo, Ngasem, Kediri, Jawa Timur, ini memanfaatkan daya matahari sebagai sumber energi alternatif. Untuk itu setiap rumah dilengkapi sel surya (solarcell) di atapnya.

Berbeda dengan perumahan lain yang memasang solarcell sebagai opsi, di KFR (4 ha) menjadi konsep terintegrasi. “Sejak awal KFR dirancang sebagai perumahan hemat energi. Ini perumahan pertama di Indonesia yang seluruh rumahnya dilengkapi solarcell, bukan opsi yang tergantung pada kemauan konsumen,” kata Sonny Pinaria, General Manager ASD Mandiri. Energi surya itu diparalelkan dengan sistem listrik PLN melalui inverter (pengolah energi matahari) dan disalurkan ke kWh meter PLN. Listrik yang disalurkan itu menjadi deposit daya yang menekan biaya listrik PLN karena pemakaiannya berkurang.

Sonny Pinaria, GM PT ASD Mandiri (kanan)

Sonny menyebutkan, solarcell di setiap rumah mampu menghasilkan daya 1.000 Wp (watt peak) per jam, atau sekitar 5.000 Wp per hari tergantung panas matahari. Angka 1.000 Wp ekuivalen dengan 1.000 watt listrik PLN. “Kalau listrik dari solarcell itu diperhitungkan ke biaya listrik per kWh, penghematannya sekitar Rp200 ribu per bulan,” jelasnya. Solarcell ini juga digunakan untuk penerangan di area publik dan taman bermain.

Pemerintah menaruh perhatian terhadap penggunaan energi baru dan terbarukan itu. Pertengahan tahun ini KFR diundang Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) mengikuti expo kampanye Gerakan Nasional Sejuta Surya Atap di kawasan Monas Jakarta. Di acara itu KFR satu-satunya perumahan yang terlibat. Peserta lain adalah produsen perangkat panel surya, asosiasi, dan PLN.

Selain aplikasi sel surya, pengembangan KFR juga mengadopsi fitur hijau lain. Misalnya, air limbah rumah tangga disalurkan ke bio system sebelum mengalir ke saluran kota. Di bio system air limbah itu dinetralkan sehingga tidak mencemari lingkungan lagi. Sumber air bersihnya disuplai PDAM, bukan dari air tanah. KFR juga dilengkapi sistem smart home. Menghidupkan dan mematikan perangkat elektronik seperti lampu, TV, dan AC bisa dari jarak jauh melalui aplikasi di smartphone. Ada juga kamera pengawas untuk memantau situasi di dalam rumah. Konsep pengembangan yang green dan smart ini yang pertama di Kediri.

Desain rumahnya bergaya modern tropis dengan banyak bukaan. Di siang hari rumah terang dengan cahaya alami. Plafonnya tinggi (high ceiling) sehingga sirkulasi udaranya optimal, tidak sumpek, dan lebih adem. Atapnya terjal model pelana yang menjadi ciri khas hunian tropis.

Perumahan berisi 167 rumah 1-2 lantai plus 16 unit ruang usaha. Paling kecil tipe 45/91 dilengkapi dua kamar tidur seharga Rp699 juta. Kemudian tipe 48/91, 62/120, dan 110/156. Seluruh rumah dibangun tanpa pagar dengan jalan lingkungan ditutup paving blok yang bisa meresapkan air. Semua utilitasnya ditanam di dalam tanah.