HousingEstate, Jakarta - Tahun ini Lloyd, apartemen berlantai rendah (low rise apartment) di kota baru Alam Sutera (1.000 ha), Serpong, Tangerang Selatan, Banten, meraih penghargaan Green Property Awards (GPA) 2019 untuk kategori green open space. Penilaian berdasarkan site plan yang telah disahkan pemerintah kota setempat. Dari 4,5 ha lahan yang dikembangkan, 70 persen dijadikan ruang terbuka hijau (RTH). Tapak bangunan apartemen hanya menutup lahan 30 persen.

Bandingkan jika dibangun rumah horizontal atau landed hause, RTH-nya hanya 40 persen. Jumlah huniannya pun lebih sedikit. Bila rata-rata luas setiap kaveling 100 m2, jumlah rumahnya hanya 270 unit. Sementara low rise apartment (ketinggian enam lantai) mencapai 465 unit. “Jadi, di atas luas lahan yang sama, jumlah hunian yang kami bangun hampir dua kali lebih banyak dan RTH-nya lebih luas 30 persen. Jelas dari sisi pemanfaatan lahan lebih optimal, dan nanti kalau sudah dihuni pun akan lebih nyaman,” kata Lilia Sukotjo, Marketing Director PT Alam Sutera Realty Tbk, developer Alam Sutera.

Lilia Sukotjo, Marketing Director PT Alam Sutera Realty Tbk

Selain RTH, fitur green lain di Lloyd terkait dengan konsep pengembangan Alam Sutera secara keseluruhan. Misalnya, suplai air bersihnya diperoleh dari instalasi pengolahan air bersih atau water treatment plant (WTP) internal yang bahan baku diambil dari sungai Cisadane. Air hujan di kawasan Lloyd akan dialirkan ke danau buatan yang jaraknya hanya beberapa ratus meter. Di danau air hujan diresapkan dulu sebelum dialirkan ke saluran kota. Lokasi apartemen yang berada di Jl Alam Utama juga telah dilengkapi  pedestrian dan bike line, serta dilayani angkutan umum internal Suteraloop.

 

Peralihan

Menurut Lia, pengembangan Lloyd ditujukan untuk mereka yang ingin tinggal di Alam Sutera, tapi secara finansial belum mampu membeli landed house dan secara mental belum tertarik tinggal di apartemen berlantai tinggi. “Makanya, kami namakan Lloyd, dari bahasa Inggris yang artinya abu-abu atau peralihan. Jadi, Lloyd merupakan peralihan dari landed house ke high rise. Bangunannya kami rancang tidak tinggi, hanya enam lantai, dan ukuran unitnya sama dengan landed house. Yaitu, 99,3 m2 (dua kamar tidur) dan 128,4 m2 (tiga kamar tidur). Masing-masing unit juga memiliki jatah parkir mobil,” tuturnya.

Namun, yang membuat Lloyd makin menarik, harga perdananya separuh harga landed house di Alam Sutera. Developer mulai menjualnya seharga Rp16,4 juta/m2 atau Rp1,628 miliar untuk tipe dua kamar tidur, dan Rp2,1 miliaran untuk tiga kamar tidur. Bandingkan dengan landed house dengan luas bangunan setara yang sudah di kisaran Rp3 miliaran ke atas. Karenanya Lloyd laris. Mulai dipasarkan Maret 2018, awal 2019 sudah sold out.