HousingEstate, Jakarta - Metland Cibitung (480 ha) mendapat penghargaan kategori green transportation dalam Green Property Awards 2019, karena perumahan di Jalan Telaga Murni, Cikarang Barat, Bekasi, Jawa Barat, ini mengintegrasikan proyeknya dengan kereta komuter Jakarta-Bekasi-Cikarang, dengan membangun stasiun Metland Telaga Murni. Pembangunan stasiun yang beroperasi sejak pertengahan Agustus 2019 itu dilakukan PT Fajar Putera Dinasti (member of PT Metropolitan Land Tbk) bekerja sama dengan Pemkab Bekasi dan Ditjen Perhubungan Darat Kementerian Perhubungan.

Stasiun dua lantai seluas 2.630 m2 di atas tanah 2.051 m2 itu dilengkapi empat eskalator, tiga lift termasuk lift untuk penumpang lanjut usia dan kaum difabel, genset 200 KVA untuk mengantisipasi jika listrik PLN padam, musala, toilet pria dan wanita serta kaum difabel, ruang menyusui, ruang P3K, kursi prioritas di area peron, jembatan penumpang, jembatan difabel, parkir mobil 20 lots, dan parkir sepeda motor 190 lots.

Kukilo Tranggono, GM Metland Cibitung (2 dari kanan)

“Pembangunan gedung dan beragam fasilitasnya itu menghabiskan biaya Rp51 miliar. Sekarang Metland Cibitung sudah menjadi perumahan berskala kota dengan konsep transit oriented development (TOD),” kata Kukilo Tranggono, GM Project Metland Cibitung.

PT Fajar Putera Dinasti juga menyiapkan lahan seluas 5.000 m2 untuk pembangunan park and ride sebagai fasilitas parkir mobil dan sepeda motor penumpang kereta, termasuk lahan terminal angkutan kota seluas 3.000–4.000 m2. Lahan untuk fasilitas penunjang itu kelak diserahkan ke Pemkab Bekasi.

 

50.000 penumpang

“Fasilitas park and ride dan terminal angkot itu dibangun Pemkab Bekasi. Sekarang konsep pembangunannya dalam tahap pembicaraan di internal pemkab,” jelasnya. Sementara ini selain di area parkir yang telah disediakan, mobil dan sepeda motor penumpang kereta diparkir di jalan persis di depan stasiun.

Jumlah penumpang kereta yang menggunakan stasiun Metland Telaga Murni saat ini sudah mencapai 50.000 orang per bulan. Selain penghuni Metland Cibitung yang sudah lebih dari 3.500 KK, mereka adalah penghuni belasan perumahan di sekitarnya. Jumlah penumpang itu akan terus meningtkat sejalan dengan pertumbuhan penghuni Metland Cibitung dan permukiman di sekitarnya.

Selain terintegrasi transportasi massal, fitur green lain yang sudah diaplikasikan Metland Cibitung adalah pembangunan instalasi pengolahan air bersih atau water treatment plant (WTP) untuk mensuplai kebutuhan air bersih penghuni. Untuk fitur hijau ini Metland Cibitung juga sudah memperoleh Green Property Awards kategori green water beberapa tahun lalu.

Saat ini setelah sukses memasarkan klaster Iris yang menawarkan rumah seharga mulai dari Rp400 jutaan, awal Desember 2019 Metland Cibitung merilis klaster baru Spring Terrace (170-an unit) berisi rumah tipe 27/72 satu kamar dan 37/72 dua kamar seharga mulai dari Rp500 jutaan. Target pasarnya kaum milenial berusia 25-40 tahun. “Dengan membayar depe Rp12 jutaan, konsumen sudah bisa langsung akad kredit,” ujar Kukilo.

close
GRATIS | Majalah HousingEstate