HousingEstate, Jakarta - Mahata Tanjung Barat (1,5 ha/3 menara/23-29 lantai/1.216 unit), hunian vertikal lain yang dikembangkan Perum Perumnas terintegrasi stasiun kereta komuter di jalur KRL Bogor-DepokJakarta selain Mahata Margonda. Pengembangannya juga bekerja sama dengan PT Kereta Api Indonesia (KAI) sebagai pemilik lahan. Lokasinya di area stasiun Tanjung Barat di Jalan Raya Lenteng Agung, Jakarta Selatan. Karena itu juga mendapat HousingEstate Green Property Awards 2019 (GPA) kategori green transportation. Mahata diambil dari bahasa Arab yang berarti stasiun. Karena terintegrasi stasiun, penghuni yang akan berangkat ke tempat kerja tinggal turun dari apartemen, kemudian berjalan 50 meter menuju peron.

Likha A Muchtar, Project Manager Mahata Tanjung Barat, menyebutkan, apartemen Mahata Tanjung Barat dirancang sebagai hunian kaum urban dengan harga terjangkau, akses mudah, dan cepat. Mobilitas penghuni ke luar kawasan mengandalkan kereta yang cukup nyaman dan murah. Tidak lagi kendaraan pribadi yang makin menambah kemacetan lalu lintas dan memboroskan energi.

Likha A Muchtar, Project Manager Mahata Tanjung Barat

Dengan kereta komuter menuju stasiun Sudirman di pusat bisnis Jakarta hanya 30 menit. Ongkos sekali jalan hanya Rp3 ribu. Kawasan stasiun dilengkapi park & ride untuk parkir kendaraan penghuni dan pengguna kereta. Kendaraan pribadi disimpan di tempat parkir tersebut sebelum melanjutkan perjalanan dengan kereta. Mahata Tanjung Barat juga terintegrasi dengan moda transportasi umum lain karena terkoneksi dengan dua halte bus di kanan dan kiri stasiun melalui jembatan penyeberangan.

Selain itu lokasi Mahata Tanjung Barat dekat dengan koridor bisnis TB Simatupang, Jakarta Selatan. Sejumlah fasilitas publik seperti pusat belanja, mal, sekolah, kampus, rumah sakit dapat dijangkau dari apartemen dalam 10-20 menit. Di seberangnya terdapat AEON Mall yang akan beroperasi tahun 2020. Apartemennya mencakup dua kategori: satu tower rusunami atau apartemen sederhana milik (bersubsidi) yang disebut tower Griya dan dua tower apartemen nonsubsidi (komersial) Prasada. Tipe unitnya studio seluas 24-27 m2, satu kamar tidur (KT) 37-39 m2, dan 2 KT 44-50 m2.

Likha menyebutkan tower Griya (23 lantai/256 unit) sudah sold out, tower Prasada 1 & 2 sudah terjual 70 persen. Tower Prasada yang dibangun 29 lantai terdiri atas 520 unit (Prasada 1) dan 440 unit (Prasada 2) yang dipasarkan Juli 2019. Tipe unitnya studio 24 m2, 1 KT 37 m2, dan 2 KT 44 m2 seharga Rp570-980 juta/ unit. Sejak dipasarkan awal 2018 harga tipe studio sudah naik Rp100 juta.

Respon pasar sangat positif, terutama dari kaum milenial dan kelompok usia produktif yang mobilitasnya tinggi. Sekitar 25 persen pembelinya berusia di bawah 35 tahun, 70 persen berusia 35-55 tahun, dan lima persen di atas 55 tahun. “Mereka tertarik dengan Mahata Tanjung Barat karena sesuai dengan gaya hidupnya. Aksesnya mudah, lokasi strategis, dan di sekitarnya banyak fasilitas lifestyle. Ke AEON mall tinggal jalan kaki,” ujar Likha. Di kawasan apartemen sendiri akan disediakan area komersial, park and ride, amphitheater, dan coworking space.

close
GRATIS | Majalah HousingEstate