HousingEstate, Jakarta - Apartemen Tamansari Urban Sky (2 tower/37 lantai) berlokasi dekat bakal stasiun kereta ringan atau moda transportsi massal Lintas Raya Terpadu (light rail transit/LRT) Cikunir 2 (Bekasi) di jalur LRT Bekasi–Cawang (Jakarta). Kelak apartemen di Jalan Cikunir, Jakamulia, ini diintegrasikan dengan stasiun itu melalui JPO sepanjang 100 meter. Di jembatan penyeberangan orang itu dihadirkan kafe, resto, minimarket, dan beragam fasilitas lain untuk calon penumpang kereta. Karena itu apartemen yang dikembangkan PT Wika Realty bermitra dengan PT Urban Jakarta Propertindo ini meraih Green Property Award 2019 kategori green transportation. “Dari Tamansari Sky Urban ke stasiun LRT Cikunir II lewat JPO hanya beberapa menit. JPO-nya akan dibuat nyaman dengan keamanan 24 jam,” kata Stevie Ramadhan, Manager Realty Tamansari Urban Sky.

Wahyu Tri Rahmanto, Direktur Pengembangan
Bisnis PT Wika Realty (kanan)

Sky garden

Fitur green lain yang diaplikasikan di Tamansari Urban Sky antara lain penyediaan sky garden di lantai 19, dan suplai air bersih diperoleh dari PAM Bekasi, bukan air tanah. Air limbah dari unit apartemen juga diolah dulu sehingga tidak mencemari saluran kota.

Keunggulan lain hunian vertikal ini adalah lokasinya yang juga dekat dengan jalan tol layang Jakarta Cikampek (Japek) II dan akses alternatifnya banyak. Dari Jakarta Timur misalnya, bisa melalui tol Bekasi-Cawang-Kampung Melayu (Becakayu). Dari Jakarta Selatan lewat tol JORR. “Menuju bandara Halim Perdanakusuman hanya 15 menit menggunakan LRT atau kendaraan pribadi,” jelas Stevie.

400 unit lebih

Apartemen yang dikembangkan di atas lahan 12.600 m2 ini berisi 3.300 unit hunian dengan 80 persen di antaranya berupa tipe studio untuk kaum muda. Yaitu, tipe studio 20-24 m2 seharga mulai dari Rp300 jutaan, ditambah tipe dua kamar tidur (KT) 38-48 m2 seharga mulai dari Rp600 jutaan, dan tipe 3 KT 61-68 m2 seharga mulai dari Rp1 miliaran.

Sejauh ini respon pasar terhadap apartemen ini cukup bagus. Hingga Oktober 2019 sudah terjual 400-an unit. Selain end user, pembelinya juga investor. Dengan lokasi terintegrasi dengan LRT, tipe studio diprediksi laku disewakan Rp3 jutaan/bulan. Gain dari kenaikan harganya juga cukup baik, diperkirakan 12-15 persen per tahun. “Setelah LRT beroperasi, harganya dipastikan melonjak tinggi,” ujar alumni Teknik Informatika Universitas Gunadarma itu.

Untuk tahap awal target konsumennya adalah karyawan “PJKA” atau yang pulang Jumat, kembali Ahad. Maksudnya, SeninJumat bekerja, kemudian kembali ke rumah tapaknya di pinggir kota, setelah itu Minggu sore kembali ke apartemennya di Jakarta untuk bersiap bekerja esok harinya.

Fasilitas lengkap

Fasilitas publik di sekitar apartemen dalam radius lima kilometer sudah komplit. Mulai dari sarana pendidikan favorit (TKuniversitas) seperti Global Prestasi School dan Universitas Gunadarma, rumah sakit seperti Hermina, Awal Bros, dan RSUD, mal seperti Grand Metropolitan dan Grand Galaxy, dan lain-lain. Sementara apartemen sendiri akan dilengkapi kolam renang, gym, jogging track, edutainment area, sky garden, BBQ area, F & B area, Foto: Susilo Penulis: Samsul Arifin Nasution coworking space, dan lain-lain.