HousingEstate, Jakarta - Perumahan Grand Riscon Darmaga (GRD) memang jauh di luar kota, di Jl Raya Leuwiliang, Kabupaten Bogor. Dari Kampus IPB di Dramaga sekitar 10 km, dari Istana Bogor di pusat Kota Bogor sekitar 20 km. Selling point-nya lokasinya di ibu kota Kecamatan Leuwiliang, sehingga dekat dengan pasar, terminal, rumah sakit umum daerah, dan sejumlah sekolah negeri SD hingga SMU. Cukup ideal untuk tempat tinggal aparatur sipil negara (ASN) dan karyawan swasta yang berkantor di sekitar Leuwiliang, Dramaga, hingga Kota Bogor.

Bagi yang suka investasi rumah, prospek perumahan seluas 60 ha ini juga menjanjikan, karena ada tiga rencana besar pemerintah yang akan membuat prospek Leuwiliang makin baik karena makin mudah dijangkau dari berbagai penjuru Jabodetabek. Pertama, pembentukan Kabupaten Bogor Barat dengan ibu kota di Cibadak, beberapa kilometer dari lokasi perumahan ini. Kedua, pembangunan jalan tol Bogor Outer Ring Road (BORR) ruas Bojong Gede-Dramaga-Ciawi yang merupakan kelanjutan ruas Sentul Selatan-Yasmin- Bojong Gede. Tol ini akan terkoneksi dengan tiga jalan tol lain: Antasari-Depok- Bojong Gede, Jagorawi, dan Bogor-Ciawi- Sukabumi (Bocimi).

Makhmur, COO Riscon Group (tengah)

Daya tarik lain, jarak Leuwiliang dengan Serpong (Tangerang) sebagai kiblat pengembangan properti di Indonesia saat ini, tidak seberapa jauh. Hampir sama dengan jarak ke Kota Bogor melalui Kecamatan Rumpin dan Ciseeng. Hanya, saat ini aksesnya belum begitu besar, melewati perkampungan, tegalan, dan kebon karet yang sangat luas. Kalau nanti pembentukan Kabupaten Bogor Barat jadi dengan Rumpin dan Ciseeng masuk ke dalamnya, akses ke Serpong pasti ditingkatkan menjadi jalan provinsi.

Investor asing masuk

Karena melihat prospek wilayah Leuwiliang itu, investor asal Jepang, PT Kennedix Asia, berani menggelontorkan dana hampir Rp50 miliar untuk Riscon. “Dananya akan kami pakai untuk pengembangan proyek ini,” kata Ari Tri Priyono, CEO Riscon Group, developer GRD. Sementara Qatar Foundation (Qatar) berkenan bermitra dengan Riscon membangun pondok pesantren modern Darul Qur’an di perumahan ini. Karena prestasinya menggaet dua investor asing itu, Grand Riscon Darmaga mendapatkan penghargaan HousingEstate Awards 2019 kategori The Most of Subsidize Housing in Attract Foreign Investor Successfully.

Pada tahap awal developer memasarkan rumah subsidi. Penjualannya lumayan. Rata-rata 10 unit/bulan. Pembangunannya sedang berjalan. Ada seratusan rumah yang sudah selesai. Sebagian sudah akad kredit, sebagian lagi masih antri mendapatkan KPR bersubsidi. Kemungkinan akad kreditnya awal 2020 karena kuota 2019 sudah habis. Kuota tambahan Rp2 triliun yang dijanjikan pemerintah hingga pertengahan November belum cair.

Saat ini rumah subsidi yang ditawarkan tipe 22/72 seharga Rp168 juta, dan tipe 30/60 Rp168 juta, plus rumah nonsubsidi tipe 36/80 Rp280 juta. Bagi konsumen yang membayar tanda jadi sekarang Rp500 ribu, akan mendapatkan bonus bebas biaya depe satu persen untuk rumah subsidi, lima persen untuk rumah nonsubsidi, serta free BPHTB, biaya KPR, dan biaya-biaya lainnya.

close
GRATIS | Majalah HousingEstate #191 Edisi Juli 2020