HousingEstate, Jakarta - Puri Araya 2 (12 ha) yang dikembangkan PT Delta Pinang Mas (Delta Group) di Jl Kapten Dasuki Bakri, Cibatok, Bogor, ini dinobatkan HousingEstate sebagai perumahan subsidi terbaik 2019 dalam ajang tahunan HousingEstate Awards 2019.

Penilaian itu berdasarkan survei langsung ke lapangan. Perumahan subsidi ini dikembangkan dengan kualitas yang baik. Lebar jalan utamanya 10 meter dan jalan lingkungan tujuh meter. Seluruhnya diperkeras beton dan dipasang kastin di kiri-kanannya. “Makanya rapi,” kata Harry Endang Kawidjaja, Presdir Delta Group.

Bangunannya juga demikian. Kerapiannya tidak kalah dengan rumah-rumah nonsubsidi satu kelas di atasnya. Sudut-sudut dindingnya lurus, pemasangan pintu dan jendelanya pun apik. Tak ada cat yang menempel di kaca atau handel pintu. “Kuncinya pada quality control,” ujarnya. Bahan bangunan yang dipakai sama dengan perumahan lain. Misalnya, dinding batako, rangka atap baja ringan, plafon papan semen, lantai ubin keramik, dan lain-lain.

Teknik pembangunan juga menentukan. Contoh, supaya dinding rumah rapi dan sudutsudutnya lurus, sebelum melakukan pengacian sudut tembok dipasang siku plaster yang terbuat dari PVC. Rangka serta daun jendela dan pintunya memakai kayu fabrikasi yang sudah dicat dari pabrik. “Jadi, prosesnya persis pasang rangka jendela dan pintu aluminium. Tukang membuat opening atau bukaannya. Setelah rumah dicat rapi, baru rangka serta daun jendela dan pintu dipasang,” tutur developer yang juga Ketua Umum Himpunan Pengembang Permukiman dan Perumahan Rakyat (HIMPERRA) ini.

Rumah tipe 28/60 (dua kamar) dijual Rp153 juta. Tanda jadi Rp1 juta, depe Rp12 juta, dan cicilan KPR Rp1.132.000 per bulan fixed 15 tahun. Karena setiap konsumen mendapatkan bantuan uang muka dari pemerintah Rp4 juta, yang harus dibayar hanya Rp8 juta yang dapat dicicil enam kali. “Harga rumah sudah all in. Jadi, saat akad kredit tak ada biaya lagi,” kata staf marketingnya.

Kelebihan lain perumahan ini, meskipun lokasinya di pinggir kota, dilalui kendaraan umum. Misalnya, untuk mencapainya dari stasiun Bogor bisa naik angkot 02 atau 03 jurusan terminal Laladon. Dari terminal Laladon disambung dengan angkot 52 dan berhenti di gerbang Puri Arraya 2. Perumahan dilengkapi musala, sederet kios di jalan utama, dan taman bermain anak.

Jangan heran laku keras. Sebanyak 800 rumah yang dipasarkan hampir habis dalam tiga tahun. Puri Araya 2 “Rumah subsidi boleh dibilang sudah habis. Rumah nonsubsidi tinggal 15 unit,” ungkap Endang. Rumah nonsubsidinya hanya tipe 30/72 seharga Rp280 juta. Uang mukanya 30 persen didiskon Rp67 juta, sehingga konsumen cukup membayar Rp17 juta. Setelah itu langsung akad kredit. Tidak membayar apa-apa lagi.