HousingEstate, Jakarta - Perusahaan pengembang PT Perintis Triniti Properti Tbk (Trinitiland) resmi mencatatkan perusahaannya di Bursa Efek Indonesia (BEI) yang tergabung dalam sektor properti, real estat, dan konstruksi. Trinitiland melepas 25 persen share atau setara dengan 1,09 miliar saham dengan harga Rp200 per lembar saham.

Menurut Ishak Chandra, President & CEO Trinitiland, pihaknya sangat senang bisa membawa perusahaan melantai di bursa sejak didirikan tahun 2009. Ini juga akan menjadi langkah awal membawa perusahaan ke level yang lebih tinggi sehingga membuat perusahaan lebih profesional dan transparan karena bisa diawasi oleh publik.

“Dengan menjadi perusahaan publik tentu sumber-sumber pendanaan menjadi lebih beragam dan caranya juga berbeda. Intinya, seluruh shareholder kami ingin perusahaan ini menjadi autopilot, profesional, dan transparan dan itu harus listing di bursa sehingga bisa dimonitor oleh semua. Kita sebagai pengelola juga dipaksa menjadi lebih baik, harus membuat laporan keungan rutin, dan terus meningkatkan kapasitas perusahaan,” katanya kepada housingestate.id saat acara pencatatan di BEI Jakarta, Rabu (15/1/2020).

Trinitiland melakukan konversi mandatory convertible bonds (MCB) sebesar Rp88,9 miliar untuk mendapatkan pendanaan Rp129,7 miliar dari aksi korporasinya. Seluruh dana dari proses initial public offering (IPO) ini akan digunakan untuk melakukan ekspansi dengan memberikan pinjaman kepada anak perusahaan PT Triniti Menara Serpong, yang akan menggunakannya sebagai tambahan modal kerja proyek apartemen Collins Boulevard sebesar 35 persen.

Selanjutnya 35 persen lagi untuk pengembangan proyek mixed use property di Batam, dan 30 persen modal kerja pengembangan dan operasional. Ishak juga menyebut target perusahaan akan dinaikkan lebih dari dua kali lipat dari tahun 2019. Tahun lalu Trinitiland meraih marketing sales Rp400 miliar, tahun ini ditargetkan bisa mencapai Rp800-Rp900 miliar.

“Kita juga akan lebih jeli membaca pasar yang saat ini mayoritas dari kalangan milenial. Itu yang coba diterjemahkan melalui produk yang kami hadirkan. Menjadi perusahaan terbuka ini juga menjadi momentum kami untuk keluar dari pengembangan proyek di wilayah Serpong dengan dan tahun lalu mulai memperkenalkan proyek di Batam. Saat ini konstentrasi masih untuk proyek di Serpong dan Batam, tapi tiap tahun kami akan meluncurkan proyek baru di berbagai lokasi,” ungkapnya.