HousingEstate, Jakarta - PT Modena Indonesia, penyedia perangkat rumah tangga spesialis kitchen appliances atau terkait dapur, menempuh berbagai cara untuk terus menghasilkan produk terbaik. Salah satunya dengan menggelar Modena Product Innovation Competition atau MPIC 2019. Ajang ini ditujukan khusus bagi para mahasiswa dari perguruan tinggi, yang diharapkan bisa memberikan masukan soal produk piranti dapur dan fitur-fitur yang paling dibutuhkan, mudah, dan efeisien dioperasikan.

Menurut Zulkarnaen Djohan, Operations Management Division Head Modena Indonesia, salah satu tujuan diselenggarakannya kompetisi ini adalah mengembangkan kultur inovasi di dalam negeri. Untuk kompetisi perdana ini kampus perguruan tingginya dipilih guna menjaring talenta-talenta potensial dari para mahasiswanya.

“Idenya sendiri digagas dari akhir tahun lalu. Mulai Juni 2019 kami mulai menyebar undangan ke berbagai kampus.

Dalam empat bulan sudah masuk 70 proposal yang disaring menjadi 20 terbaik. Dari jumlah itu, kami memilih 10 karya terbaik untuk dipresentasiikan yang kemudian dinilai lagi hingga terpilih empat pemenang,” katanya saat malam penganugerahan di Modena Experience Center-Satrio, Jakarta Selatan, 20 November 2019.

Kompetisi MPIC 2019 mengusung tujuh kategori yang merupakan produk andalan Modena untuk dieksplorasi peserta kompetisi. Ketujuh produk tersebut adalah, gas hob, electric hob, slim hood, water dispenser, chest freezer, gas water heater, dan electric water heater. Ke-10 karya terbaik juga diberikan fasilitas pendanaan untuk pembuatan prototipe produk selain pelatihan khusus dari Modena untuk mengembangkan rancangannya.

“Alasan lain mengadakan kompetisi ini, Indonesia sebagai pasar yang sangat besar selama ini hanya menikmati produk dan teknologi yang dikembangkan dari luar negeri. Dengan kompetisi seperti ini, kami ingin mengajak kita semua mulai mengubah mindset dan perilaku. Harus kita sendiri yang bisa membuat dan mengembangkan produk. Jangan lagi menerima saja apa yang dipasarkan dari luar negeri. Jadi, ajang ini bukan sekadar kompetisi tapi juga mengencourage generasi muda memberikan sumbangsihnya terhadap kultur inovasi, sehingga bisa meningkatkan ekonomi berbasis ilmu pengetahuan dan teknologi,” jelas Zulkarnaen.

Investasi berharga

Vina Julita Wijaya, Corporate Communication Department Head Modena Indonesia menambahkan, selain menjaring ide-ide kreatif dan inovasi dari kalangan akademisi, ajang ini juga sebagai langkah awal perusahaan untuk lebih memperkenalkan brand Modena kepada generasi muda.

“Kami memandang anak muda sebagai generasi yang menjadi aset penting dan sangat berharga. Melalui ajang ini kami berharap bisa memberikan rangsangan, motivasi, sekaligus apresiasi terhadap ide-ide kreatif yang dapat menjadi investasi berharga terhadap kemunculan berbagai inovasi di masa mendatang. Makanya ajang ini juga akan secara rutin kami selenggarakan,” katanya.

Beberapa ide yang mengemuka dari karya-karya yang masuk, mulai dari hal biasa namun tidak terpikirkan, hingga gagasan-gagasan yang sangat beyond dan futuristik. Misalnya, produk water dispenser yang dihubungkan dengan smartphone, sehingga pengguna bisa mengetahui volume air di dalam botolnya, kapan habis, dan harus diganti atau diisi ulang. Ada juga buzzer yang mengingatkan pengguna saat air tersisa 20 persen.

Ide lainnya mengganti tombol-tombol operasional dengan sistem digital display yang sangat futuristik. Ada pula fitur untuk mengatur profiling terkait suhu, volume air, dan lain-lain yang bisa di-save untuk digunakan sesuai selera dan kebiasaan masing-masing pengguna. Misalnya, seseorang menyukai kopi dengan air panas 80-90 derajat celcius, takaran airnya sekian, dan lain-lain. Semuanya bisa disimpan sesuai profil masing-masing pengguna.

Ada juga yang lebih futuristik dengan menerapkan teknologi Internet of Thins (IoT) untuk menciptakan konektivitas antara produk dan pengguna, hingga teknologi kecerdasan buatan atau artificial intelligent (AI). Penerapan lainnya berupa penggunaan energi ramah lingkungan hingga energi residu, atau energi yang digunakan kembali dari perangkat yang operasional.