HousingEstate, Jakarta - Metland Cibitung adalah salah satu perumahan kelas menengah terfavorit 2019 di Kabupaten Bekasi versi Majalah Housing Estate. Pertama, makin diminati konsumen karena lokasinya semakin strategis setelah dioperasikannya stasiun KRL Metland Telaga Murni yang terletak persis di sisi depan kawasan komersial perumahan yang dinamakan CBD Millenia City. Kedua, dekat dengan akses tol JORR 2 ruas Cibitung-Cilincing (Tanjung Priok) yang kini sedang dalam progress pembangunan. Dan ketiga, banyak diminati konsumen karena harga rumahnya sangat reasonable. Pada awal Desember 2019 lalu developernya, PT Fajarputera Dinasti (Member of PT. Metropolitan Land, Tbk), memasarkan klaster baru Spring Terrace yang harga rumahnya Rp400 jutaan.

Kelebihan klaster Spring Terrace ini mudah dijangkau dari stasiun karena berada di seberang klaster The Spring Garden dan terletak di belakang komplek ruko Melawai. Klaster seluas 2,5 ha ini berisi 180 unit rumah tipe 27/72 yang dibanderol Rp495 juta per unit dan tipe 37/72 Rp540 jutaan per unit. Cocok untuk hunian pasangan muda dengan satu atau dua anak, khususnya yang bekerja di sejumlah kawasan industri (KI) di Bekasi seperti MM2100, atau bekerja di Jakarta Timur dan Jakarta Pusat yang dekat stasiun yang dilalui KRL Commuter Line rute Jakarta-Cikarang. Sementara bagi konsumen yang membutuhkan rumah lebih besar, tersedia klaster Alamanda yang menawarkan rumah dua lantai tipe 65/84 dengan harga Rp900 jutaan.

Pada tahap pertama, developer memasarkan rumah di klaster Spring Terrace sebanyak 120 unit, 80 persen di antaranya tipe 37/72. “Belakangan permintaan rumah tipe 37/72 semakin baik. Sebelumnya penjualan yang kencang tipe 24/72 di klaster Salvia dan 27/72 di klaster Iris. Intinya ada peningkatan kemampuan daya beli konsumen di samping dampak paska beroperasinya stasiun KRL Metland Telaga Murni,” ujar Kukilo Tranggono, GM Project Metland Cibitung.

Fasilitas setara rumah menengah atas

Klaster teranyar ini dilengkapi beragam fasilitas sebagaimana lazimnya perumahan kelas menengah atas seperti jogging track, sport area yang direncanakan untuk lapangan basket, outdoor gym, children playground, community space untuk wahana interaksi penghuni, dan taman bermain anak.

Kemudian saluran air juga didesain tertutup dan semua utilitas, seperti kabel listrik, internet atau telepon, di bawah tanah (underground) sehingga suasana lingkungan klaster lebih rapi. “Harga rumahnya masuk kategori hunian menengah tapi kualitas dan suasana lingkungan sudah seperti real estate menengah atas,” tambah Kukilo.

Waterland

Fasilitas di dalam kawasan perumahan juga semakin lengkap. Untuk sarana ibadah ada masjid, belanja kebutuhan sehari-hari sudah banyak toko yang buka di komplek ruko Kemanggisan, Melawai, dan Nagoya. Kemudian untuk sarana pendidikan ada SD, SMP, SMA, dan SMK Negeri.

Sejalan dengan jumlah penghuninya yang sudah lebih dari 3.500 KK, developer juga akan melengkapi fasilitas perumahannya dengan membangun Waterland di kawan CBD Millenia City. Wahana wisata air ini di dalamnya akan ada kolam renang anak-anak dan dewasa, menara luncur, air tumpah dan masih banyak lagi. Pada tahun 2020 ini RS Ibu & Anak Hermina juga akan memulai pembangunan gedungnya di CBD Millenia City.

Belum lama developer juga bekerjasama dengan Kementerian Sosial membangun gedung Ability Hub yang difungsikan untuk pusat pelatihan kaum disabilitas berikut asramanya. Di luar itu developer akan menyediakan stasiun mobil pemadam kebakaran (damkar station), dan untuk memantapkan keamanan kawasan developer akan membangun kantor Polisi yang sangat representatif yang kelak bisa untuk Kantor Kepolisian Sektor (Polsek).

TOD

Fasilitas lain yang akan dibangun adalah terminal angkutan umum di dekat stasiun sesuai dengan rencana developer yang akan menjadikan Metland Cibitung sebagai hunian berkonsep Transit Oriented Development (TOD). “Dalam waktu dekat kami juga akan menyerahkan lahan ke Pemda Bekasi untuk lokasi pembangunan Park and Ride untuk area parkir penumpang kereta,” tambah Kukilo.