HousingEstate, Jakarta - Berbagai kalangan menyebut potensi besar dari wilayah Bekasi, Cikarang, Karawang, hingga Purwakarta, Subang-Indramayu di timur Jakarta, karena masifnya pengembangan proyek infrastruktur di koridor itu.

Menurut Anton Sitorus, Head of Research and Consultancy Savills Indonesia,  perusahaan riset, konsultan, dan manajemen properti di Jakarta, pengembangan infrastruktur itu akan langsung menaikan nilai properti hingga 30 persen dan akan terus naik seiring progres pembangunan di kawasan.

“Selain itu, adalah kenyataan kebutuhan properti baik hunian maupun komersial kita sangat besar dan situasi makro ekonomi kita cukup baik. Artinya, tak ada alasan untuk properti kita untuk tidak bangkit,” katanya melalui siaran pers di Jakarta, Senin (17/2/2020).

Ada 10 proyek infrastruktur di koridor timur yang saat ini berjalan. Yaitu, double-double track kereta komuter Manggarai (Jakarta)-Cikarang, proyek kereta ringan atau light rail transit (LRT) Cawang (Jakarta)-Bekasi, jalan tol Jakarta-Cikampek II Selatan, jalan tol JORR 2 Cimanggis-Cibitung, kereta cepat Jakarta-Bandung, pelabuhan Patimban, bandara Karawang, Kawasan Ekonomi Khusus Bekasi-Karawang-Purwakarta, (Bekapur), rencana MRT tahap III Balaraja-Cikarang, hingga jalan tol layang (elevated) Jakarta-Cikampek yang sudah beroperasi sejak Desember 2019.

CEO Indonesia Property Watch (IPW) Ali Tranghanda menambahkan, koridor timur kian menarik karena menjadi basis kawasan industri. “Infrastruktur yang terus dibenahi dengan basis ekonomi yang kuat, membuat wilayah ini sangat cocok jadi pendorong sektor properti secara nasional,” katanya.

Salah satu pengembang yang merespon perkembangan koridor timur tersebut adalah PT Adhi Commuter Properti (ACP), anak usaha BUMN PT Adhi Karya Tbk. ACP membangun proyek hunian terpadu (mixed use) dengan brand LRT City di sepanjang rute LRT yang dibangun induknya.

Salah satunya LRT City-Green Avenue (1,9 ha/3 tower apartemen) di Jalan HM Joyomartono, Bekasi, yang mengusung konsep hunian terintegrasi aneka moda atau transit oriented development (TOD). LRT Cawang-Bekasi direncanakan beroperasi tahun 2021. “Konsep hunian modern seperti di Singapura dan Jepang dengan segala potensi yang besar di wilayah sini hadir melalui proyek ini,” kata Indra Riyanto, Project Director LRT City Bekasi-Green Avenue.

Agustus 2019 tower pertama 736 unit mulai dibangun dan ditargetkan selesai awal 2022. Tipe studionya seluas 24 m2 dilepas Rp400 jutaan. Selain terintegrasi dengan LRT, huniannya juga menyediakan pool Transjabodetabek selain fasilitas pusat perbelanjaan, co-working space, aqua gym, kolam renang, dan fasilitas urban lainnya.

Selain LRT City Green Avenue, ACP mengembangkan proyek lain di sepanjang jalur LRT Jabodetabek, kereta komuter, dan Transjabodetabek. Antara lain LRT City Bekasi Eastern Green, LRT City Sentul Royal Park, LRT City Jatibening Baru Gateway Park, LRT City Jakarta Urban Signature, Cisauk Point-Member of LRT City, LRT City MT HAryono-MTH 27 Office Suiter & The Premiere MTH (MT Haryono), Rivia, Adhi City Sentul, dan Grand Central Bogor.