HousingEstate, Jakarta - Hujan deras disertai angin kencang membuat bagian tembok pagar kolam resapan di area Blok F proyek superblok Pollux Meisterstadt Batam (Pollux Habibie Batam) menjadi rubuh. Dari bagian yang jebol ini mengalirkan sejumalh material bangunan tembok ke arah perumahan Citra Batam yang lokasinya bersisian langsung dengan dinding sepanjang 25 meter.

Menurut Richie Laseduw, General Manager Pollux Habibie Batam, musibah ini terjadi karena belum terkoneksinya drainase di dalam proyek dengan drainase kota sehingga menyebabkan area resapan meluap dan meruntuhkan dinding. Air yang luapan yang tertampung di kolam resapan ini terlalu banyak sehingga menyebabkan pagar roboh akhir Januari lalu.

“Sebagai pengembang tentunya kami bertanggung jawab. Kami sudah melakukan pembersihan di area-area yang terkena dampak dari robohnya pagar dan mendata rumah-rumah warga di Citra Batam yang terkena kerusakan, selanjutnya dilakukan penggantian kerugian,” katanya melalui siaran pers dari Batam, Senin (17/2/2020). Pembersihan masih terus dilakukan hingga hari ini.

“Untuk antisipasi penanggulangan sementara, di dalam lahan proyek kami buatkan kolam retensi tambahan dan pompa tiga unit. Sambil menunggu pembangunan tembok pagar kolam resapan yang baru. Kami juga melakukan perhitungan dan redesain untuk bangunan pagar dan saluran di dalam lahan dan di luar proyek termasuk pembuatan dua sumur resapan di Citra Batam sesuai desain konsultan Amdal,” jelas Richie.

Ia menjamin perusahaan akan bertanggung jawab dan senantiasa mengutamakan aspek keamanan dan keselamatan. Dengan berbagai antisipasi ini diharapkan bencana serupa tidak terjadi lagi, terlebih bila drainase di dalam proyek sudah terkoneksi dengan saluran drainase umum kota.

Dian Adi Cahyono, Project Manager PT PP (Persero) Tbk selaku main contractor proyek Pollux Habibie Batam menambahkan, klaim beberapa kalangan yang menyebut konstruksi bangunan apartemen Pollux Habibie miring sehingga tidak aman, tidak benar. Seluruh pembangunan gedung apartemen dan mal dikerjakan dengan metode dan quality control yang sangat baik.

“Dengan perusahaan konsultan manajemen konstruksi yang ditunjuk kami juga terus melakukan pengecekan secara berkala seluruh bangunan. Kami pastikan tidak ada kemiringan pada bangunan,” jelasnya.

Pollux Habibie Batam

Pollux Habibie Batam adalah proyek milik keluarga mantan Presiden BJ Habibie yang dikembangkan bersama PT Pollux Properti Indonesia Tbk. Proyek seluas 9 ha ini akan merangkum 11 tower apartemen (6.500 unit), hotel, rumah sakit internasional, mal, pertokoan, dan perkantoran dengan total investasi mencapai Rp11 triliun. Unit apartemennya dipasarkan seharga mulai dari Rp400 jutaan.

close
GRATIS | Majalah HousingEstate