HousingEstate, Jakarta - PT Prioritas Land Indonesia (PLI) sempat menjadi pemberitaan cukup luas sebagai pengembang yang digawangi anak-anak muda dan sukses mengembangkan proyek vila di Bali. Masuk ke wilayah Jakarta dan sekitarnya (Jabodetabek), PLI langsung mengembangkan beberapa proyek apartemen di kawasan Gading Serpong, Tangerang, Bantan, dan Bekasi, Jawa Barat.

Dalam perjalanan, pengembangan proyek-proyek PLI itu terhambat berbagai hal hingga digugat konsumennya. Praktis sepanjang tahun 2018 tidak ada kegiatan dari PLI terkait proyeknya, baik penjualan maupun pembangunan.

PLI mengembangkan proyek apartemen Majestic Point Serpong (MPI) dan K2Park di kawasan Gading Serpong dan apartemen Indigo @Bekasi.

MPI sudah mulai dibangun namun kemudian tersendat dan pasar properti juga melesu, sehingga digugat konsumennya sampai tahap pengajuan Penundaan Kewajiban Pembayaran Utang (PKPU) di Pengadilan Niaga. Setelah berproses cukup panjang, proyek akhirnya melakukan voting dan 97 persen konsumen setuju pembangunannya dilanjutkan.

“Saat itu situasinya cukup berat. Sepanjang tahun 2018 kami tidak melakukan proses apapun dan fokus mencari investor (baru). Prosesnya cukup panjang. Kami harus presentasi dan ada banyak hal yang dilihat oleh investor. Salah satunya harus ada kampus yang masuk. Makanya kami menggandeng Universitas Esa Unggul (UEU) dan sejak September tahun lalu sudah dimulai perkuliahan di MPI dengan jumlah mahasiswa mencapai 100 orang,” kata Marcellus Chandra, Presiden Direktur PLI, kepada housingestate.id di Serpong, Kamis (5/3/2020).

Investor baru pun masuk dan pengembangan proyek dilanjutkan. MPI dibangun sebanyak dua tower 350 unit (tower A) dan 600 unit (tower B). Saat ini tower A menyisakan 20 unit, tower B 140 unit. Tower A siap diserah-terimakan Mei 2020, tower B Agustus 2020. Tipe unit yang ditawarkan studio 27 m2, satu kamar tidur (KT) 40 m2, dan 2 KT 54 m2 seharga Rp590 juta-Rp1,2 miliar/unit.

Saat ini pembangunan MPI didukung Bank MNC yang telah mengalokasikan dana Rp110 miliar dan sudah tersalurkan 70 persen. Total nilai investasi dua tower apartemen itu mencapai Rp400 miliar. Marcel mengklaim, sangat sedikit konsumen yang mundur terkait permasalahan yang mengakibatkan pengembangan proyek sempat mandek itu. MPI mulai aktif melakukan pemasaran unit baru lagi sejak Januari 2020.

“Konsep apartemen diubah jadi campus residence dengan keberadaan UEU. Potensinya sangat besar karena Serpong telah berkembang menjadi pusat pendidikan dengan banyak kampus ternama hadir di wilayah ini. Proyek K2Park sudah diakuisisi investor Cina dan namanya berubah jadi Double Great Residence. Kalau MPI pengembangnya PLI, Double Great Residence jadi PT Prioritas Gading Indonesia. Saya di situ direktur, bukan direktur utama lagi. Untuk proyek Indigo @Bekasi sementara vakum dulu menunggu (pengembangan lebih lanjut pada) waktu yang tepat,” jelas Marcel.