Rabu, Maret 18, 2026
HomeBerita PropertiHimperra Jawa Tengah Akan Membangun 15 Ribu Rumah FLPP

Himperra Jawa Tengah Akan Membangun 15 Ribu Rumah FLPP

Rumah bersubsidi untuk masyarakat berpenghasilan rendah (MBR) melalui program KPR fasilitas likuiditas pembiayaan perumahan (FLPP) di wilayah Jawa Tengah sangat diminati. Konsumennya para pekerja industri di sekitar Semarang khususnya di wilayah barat yang berbatasan dengan Kabupaten Kendal. Lokasi perumahannya antara lain di Kaliungu, Boja, dan Cepiring.

Menurut Ketua Dewan Pengurus Daerah (DPD) Himpunan Pengembang Permukiman dan Perumahan Rakyat (Himperra) Jawa Tengah Sugiyatno, tahun 2019  Himperra memiliki anggota sebanyak 260 perusahaan pengembang membangun sebanyak 9.000 unit rumah murah.  Jumlahnya belum optimal mengingat tahun lalu pengembang mengalami kendala terkait anggaran dan penyaluran FLPP.  Banyak konsumen yang tidak bisa melakukan akad kredit dengan bank. “Tahun ini Himpera Jawa Tengah targetnya  membangun 13-15 ribu unit.  Bahkan kalau kuota FLPP besar berapa pun bisa kami bangun karena untuk segmen ini pasarnya sangat besar,” ujarnya kepada housingestate.id di Kantor Himperra Semarang, Kamis (12/3).

Di wilayah Jawa Tengah harga rumah FLPP yang dipatok pemerintah sebesar Rp140 juta untuk tipe 30/60 dan tahun ini harganya akan dinaikkan menjadi Rp150 juta. Dari 260 perusahaan pengembang anggota Himperra mereka mengembangkan 330 proyek yang sebagian besarnya merupakan proyek rumah murah.

“Konsumen perumahan FLPP  sekitar 60 persen  para pekerja di kawasan industri. Saat ini lokasi perumahannya  berkembang ke Bawen, Ambarawa hingga Boyolali. Di Semarang sudah tidak memungkinkan dikembangkan rumah murah karena harga lahannya mahal dan minimal luas kaveling 120 m2. Makanya di Semarang rumah paling murah mulai Rp400 jutaan,” ujarnya.

Berita Terkait

Ekonomi

Kinerja Bank BJB Solid Dengan Total Aset Capai Lebih Rp221 Triliun

Kinerja keuangan bank bjb sepanjang tahun buku 2025 menunjukkan...

Konflik Timur Tengah, RI Berpotensi Kehilangan 5.500 Wisman dan Devisa Rp184,8 Miliar Per Hari

Sektor pariwisata telah membuktikan perannya sebagai mesin pertumbuhan ekonomi...

Presiden: Pemerintah Berupaya Menjaga Defisit APBN Tidak Bertambah

Presiden Prabowo Subianto mengingatkan jajaran kabinetnya agar mewaspadai dinamika...

Jumlah Pemudik Lebaran 2026 Diperkirakan Menurun

Pemerintah terus menyempurnakan penyelenggaraan arus mudik dan balik Idulfitri...

Berita Terkini